KETUA Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, bersikap tegas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan, Pancakarya, dan mitra transportasi lainnya di Ruang Komisi III DPRD Maluku, Senin (1/12). Ia menekankan kesiapan seluruh operator transportasi menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
Menurut Wajo, estimasi lonjakan penumpang diprediksi mencapai 5.000 orang, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyesuaian tarif dari Rp55.000 menjadi Rp61.000. “Lonjakan penumpangnya lebih tinggi, jadi operator harus benar-benar siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelum Komisi III melakukan pengecekan langsung di lapangan, seluruh pihak terkait wajib hadir untuk memberikan penjelasan terkait kesiapan armada maupun pelayanan. “Kami harus minta mereka datang untuk memberikan keterangan. Setelah itu baru kami turun ke lapangan,” ujarnya.
Dari pemaparan awal yang diterima Komisi III, seluruh mitra sektor transportasi diklaim siap melayani arus mudik. “Mereka sudah siap, sudah sangat siap untuk mengantar dan menjemput penumpang. Armada kapal juga telah disiapkan. Tercatat sekitar empat kapal feri dijadwalkan siap beroperasi pada minggu kedua bulan Desember dan mulai bersandar di pelabuhan yang ditetapkan,” jelas Wajo.
Kadis Perhubungan Maluku, Muhamad Malawat, mengaku menjelang Nataru ada kebijakan terkait diskon tarif transportasi laut dan udara yang sepenuhnya merupakan kebijakan nasional, bukan program Provinsi Maluku. Dishub hanya memastikan kesiapan armada serta melakukan pengecekan di lapangan.
Menurut Malawat, untuk angkutan laut, pemerintah memberikan diskon 20% dari tarif dasar, atau sekitar 16–18% bagi penumpang kapal kelas ekonomi, menyasar 405.581 penumpang melalui kanal resmi PT Pelni.
Untuk penyeberangan, pemerintah memberikan diskon 100% pada tarif jasa kepelabuhanan, setara 19% dari tarif terpadu, berlaku pada 8 lintasan dan 16 pelabuhan nasional, untuk 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan. Malawat menegaskan, hingga kini belum ada kepastian apakah lintasan di Maluku termasuk. “Kalau Maluku masuk, otomatis berlaku. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi,” katanya.
Diskon transportasi udara berkisar 13–14% dari harga tiket, menyasar 3,59 hingga 5,9 juta penumpang. Dishub menegaskan, pelaksanaan tetap mengacu pada pedoman pusat. “Tugas kami hanya memastikan kebijakan pusat berjalan sesuai ketentuan di lapangan,” jelas Kadis.
Dishub memastikan armada transportasi di Maluku siap beroperasi. Lintasan Hunimua–Waai–Birit tersedia 6 kapal feri, lintasan Galala–Namlea didukung 2 kapal ditambah 1 kapal komersial PT Dharma.
“Semua armada siap. Ada beberapa yang sempat masuk dok, namun kembali beroperasi dalam waktu dekat,” ujar Malawat.
Untuk pelabuhan besar, terdapat 18 kapal perintis (9 di Ambon, 4 di Tual, 4 di Saumlaki, 1 standby di Ambon), dan 10 kapal Pelni plus 2 armada tambahan. “Semua sudah siap melayani masyarakat,” tutup Kadis. (S-26)