SIWALIMA.id > Berita
Taborat Minta Pentingnya Kesiapan Distribusi Pangan
Parlamentaria DPRD Maluku , Suplemen | Selasa, 2 Desember 2025 pukul 14:58 WIT

MENJELANG Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Andreas JW Taborat, Anggota Komisi II DPRD Maluku, menegaskan pentingnya kesiapan distribusi energi dan pangan di wilayah Maluku. Hal ini disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN Maluku/Maluku Utara, Bulog Wilayah Maluku, dan Pertamina Patra Niaga wilayah Maluku. Senin (1/12). 

Dalam RDP, Taborat menyampai­kan, menjelang momen perayaan, kebutuhan masyarakat akan energi dan pangan mengalami peningkatan signifikan. “Lampu-lampu yang biasanya dipakai untuk kebutuhan rumah kini digunakan untuk pene­rangan jalan, halaman rumah, hingga lampu hias. Hal ini menyebabkan permintaan listrik meningkat, se­hingga kesiapan jaringan PLN harus optimal,” ujarnya.

Taborat menekankan agar PLN Maluku melakukan perbaikan jari­ngan listrik dan mesin tua sejak awal. Ia mencontohkan beberapa wilayah di Kota Ambon yang kerap me­ngalami pemadaman rutin, terutama saat akhir pekan. Pemadaman ini, meskipun untuk perbaikan, terka­dang mengganggu proses ibadah masyarakat.

“Kami berharap perbaikan jaringan dilakukan sejak awal agar saat puncak perayaan, distribusi listrik tidak terganggu dan semua aktivitas masyarakat berjalan lancar. Hal ini sangat penting terutama di pulau-pulau terpencil, yang hanya menikmati listrik beberapa jam setiap hari,” jelas Taborat.

Menyinggung Pertamina Patra Niaga, Taborat menekankan penti­ng­nya pengaturan distribusi BBM, terutama ke daerah kepulauan yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi laut. 

“Kalau ada kuota tambahan yang disetujui peme­rintah daerah, sebaik­nya diutamakan untuk wilayah kepulauan agar distribusi BBM aman dan lancar. Untuk daerah yang bisa dijangkau jalur darat, distribusi melalui mobil tanki tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Menurut Taborat, antisipasi dini sangat penting mengingat cuaca di Maluku cenderung buruk pada pertengahan Desember hingga awal Januari. Stok di lokasi perlu dijaga agar masyarakat dan industri tetap terpenuhi kebutuhannya.

Selain energi, Taborat juga menyoroti distribusi beras oleh Bulog Maluku. Ia meminta agar distribusi ke mitra, terutama di desa-desa terpencil, dipercepat dan ditingkatkan jumlah mitranya. “Distribusi ke mitra harus dipercepat supaya akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap lancar. Penambahan jumlah mitra Bulog juga bisa menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” ujarnya.

Taborat menekankan agar distribusi dari gudang Bulog ke mitra tidak setengah-setengah. Ia mencontohkan, kadang masyarakat memesan 50 karung beras tetapi hanya diberikan 25 karung. Hal ini dinilai bisa mengganggu ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Raya.

Taborat menegaskan bahwa koordinasi antara Pertamina, PLN, dan Bulog sangat penting agar kebutuhan masyarakat di Maluku, baik di kota maupun pulau-pulau terpencil, terpenuhi secara optimal.

“Dengan langkah koordinasi dari Pertamina, PLN, dan Bulog, masyarakat Maluku diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta terpenuhinya kebutuhan energi dan pangan, termasuk di pulau-pulau terpencil,” tutup Andreas JW Taborat.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG di Maluku aman menghadapi lonjakan permintaan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini disampaikan oleh Avip, SBM Maluku I, dalam laporan resmi kepada Komisi II DPRD Maluku saat RDP dengan Bulog, PLN, dan Pertamina, Senin (1/12).

Menurut Avip, sejak akhir November 2025, terjadi peningkatan permintaan signifikan untuk berbagai produk BBM dan LPG, dan tren ini diprediksi akan terus berlanjut hingga momen Natal dan Tahun Baru. Rinciannya: konsumsi Pertamax meningkat 9%, gasolin umum naik 14%, dan minyak tanah melonjak 20% dibanding periode normal.

Untuk menjamin ketersediaan energi di seluruh wilayah Maluku yang terdiri dari banyak pulau, Pertamina telah mengoperasikan 7 terminal utama, termasuk di Wayame, Namlea, Dobo, Saumlaki, dan Tual. Kondisi ketahanan stok per 30 November 2025 tercatat, LPG 102 hari; Minyak tanah 51 hari; Pertalite 22 hari; Pertamax 74 hari; Biosolar 13 hari.

 Avip menambahkan, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan Pertamina meliputi peningkatan stok di depot dan lembaga penyalur, optimalisasi armada mobil tangki, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta aktivasi program Satgas Natal Tahun Baru yang telah berjalan sejak pertengahan November.

“Dengan langkah-langkah ini, kami memastikan distribusi BBM dan LPG di Maluku tetap aman dan lancar, sehingga kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi,” ujar Avip.

Avip juga menegaskan, Pertamina terus memantau kondisi lapangan, termasuk potensi permintaan tambahan, agar setiap wilayah, terutama kepulauan terpencil, tidak mengalami kekurangan pasokan. 

Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat Maluku sepanjang musim libur akhir tahun,” tandasnya. (S-26)

BERITA TERKAIT