SIWALIMA.id > Berita
Sekda Buka Festival Tunas Bahasa Ibu
Membangun Maluku Barat Daya , Suplemen | Jumat, 21 November 2025 pukul 16:32 WIT

SEKRETARIS Daerah Maluku Barat Daya, Eduard J S Davidz, membuka kegiatan festival tunas bahasa ibu untuk Bahasa Moa, di gedung Serbaguna Tiakur, Sabtu (15/11).

Davidz dalam sambutannya me­ngatakan, Indonesia memiliki kurang lebih 700 bahasa daerah dan Maluku itu ada 70 dan merupakan urutan keempat dalam jumlah ba­hasa daerah yang terbesar di negeri kita tercinta sehingga, jika bahasa ini punah maka tentunya saja budaya itu punah.

Dan itu adalah esensi terutama bagaimana festival ini dijalankan agar penutur bahasa ibu ini makin banyak dan bisa tetap melestarikan budaya dan bahasanya sebagai indentitas dan jatidiri suku, marga maupun wilayah tertentu.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas inisiatif kegiatan yang luar biasa ini, bahwa tahun ini bahasa Moa yang dipilih,” ucapnya.

Dengan harapan ditahun-tahun yang akan datang bahasa lain yang ada di MBD bisa menjadi bagian dari upaya kita kembali mengangkat bahasa-bahasa lokal sehingga bisa berkembang.

“Langkah ini sangat baik agar kita kembali bangga dengan bahasa dae­rah kita masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, upaya-upaya revita­lisasi bahasa yang dilakukan untuk kembali membudayakan bahas ini bisa kembali digunakan. Memang tantangannya besar tetapi ini men­jadi semangat  bersama bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan untuk kembali membudayakan bahasa.

“Ada peribahasa yang mengata­kan bahwa sedia payung sebelum hujan dan itulah yang kita lakukan agar bahasa-bahasa kita ini menjadi bahasa yang dapat tempat dihati masyarakat kita terutama dikalangan generasi muda sebagai tunas ba­hasa ibu,” jelasnya.

Dengan harapan kedepan revi­talisasi ini akan berkembang. Pemerintah Daerah MBD, tambah Sekda, akan terus berupaya untuk tetap mendukung upaya-upaya ini sehingga bahasa dan budaya MBD tetap lestari dan menjadi bagian dari proses-proses kehidupan kita di masyarakat.

“Kami bangga karena acara meli­batkan generasi muda. Generasi muda adalah generasi yang unggul. Harapan kita mendapatkan generasi emas  yang akan menjadi tulang pung­gung. Itu berarti ditangan anak-anak kita yang hari ini ber­lomba dari 23 sekolah ini, dimana harapan masyarakat MBD untuk melestarikan bahasa ada dipundak anak-anak sekalian,” katanya.

Itu merupakan tugas yang berat, dan bukan saja mereka tapi juga orang tua, guru dan di sekolah maupun komunitas komunitas masyarakat baik di desa, maupun komunitas-komunitas budaya yang ada wilayah MBD.

Dia menambahkan, rangkaian festival ini adalah festival tingkat Kabupaten dan pemenangnya untuk 12 kategori, dimana 6 kategori di tingkat SD dan 6 kategori di tingkat SMP akan mewakili Kabupaten MBD untuk mengikuti festival tunas bahasa ibu tingkat Provinsi.(S-28)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps