AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 35 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku mulai mengikuti job fit atau uji kompetensi jabatan.
Proses job fit puluhan pejabat eselon II Pemprov Maluku ini dibuka Plh Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang di Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (19/12).
Kasrul mengatakan pelaksanaan job fit puluhan pejabat eselon II ini dilakukan atas perintah Gubernur, setelah mendapatkan persetujuan BKN pada 12 Desember lalu.
“Hari ini kita panitia seleksi diperintahkan oleh Gubernur untuk melakukan uji kompetensi kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Maluku dan sementara berjalan,” ucap Kasrul melalui telepon selulernya.
Ia membeberkan proses job fit dimulai dengan pengajuan permohonan kepada BKN pada 3 Mei lalu, dimana dari 35 jabatan yang diusulkan BKN hanya merekomendasikan 16 pejabat yang dapat dilakukan job fit.
Pasca rekomendasi BKN tersebut terbit, Gubernur memerintahkan agar sisa 19 pejabat yang sebelumnya tidak direkomendasikan diproses kembali administrasinya, agar pelaksanaan job fit dilakukan secara serempak sehingga BKN telah merekomendasikan job fit terhadap 35 pejabat eselon II.
“Hari ini 19 Desember mulai melakukan uji kompetensi yang dibagikan 2 tahap yakni pembuatan makalah dan selama 2 jam dan wawancara,” jelasnya.
Menurutnya Pansel mewajibkan setiap pimpinan OPD harus membuat makalah dengan topik menerjemahkan visi dan misi gubernur - wakil gubernur ditengah tantangan saat ini fiskal saat ini.
Artinya dengan tantangan tekanan fiskal saat ini pejabat harus membuat inovasi sekaligus rekomendasi dan saran, terkait bagaimana pemerintah daerah menghadapi tekan fiskal yang cukup besar menuju transformasi Maluku menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera.
“Para pejabat ini menyusun makalah sesuai tupoksi selama ini. Setelah ini kita akan mulai wawancara, dimana para pejabat diberikan waktu 5 menit untuk memaparkan makalah dan pansel akan melakukan pendalaman terkait dengan makalah tersebut,” ujarnya.
Dalam penilaian, Kasrul mengaku terdapat 15 kriteria yang menjadi indikator penilaian mulai dari integritas, kerja sama, komunikasi hingga kemampuan dalam mengadvokasi kebijakan daerah, yang semuanya masuk dalam ruang lingkup uji kompetensi manajerial, sosial kultural dan teknis.
Kasrul memastikan sesuai arahan gubernur maka dalam uji kompetensi pejabat tidak boleh ada non job, tapi hanya mutasi dan rotasi. Artinya pansel hanya menilai kelayakan penjabat pada jabatan yang saat ini diduduki.
“Kesimpulan pansel kepada gubernur misalnya pejabat itu masih layak dijabatan yang sama atau tidak dapat dipertahankan lagi. Biasa juga pejabat ini harus diberikan jabatan dengan beban kecil atau bisa diberikan jabatan yang beban kerja lebih besar. Selanjutnya keputusan dipimpinan kita,” tegas Kasrul.
Kasrul memastikan sesuai arahan gubernur maka proses job fit sudah harus tuntas dalam dua hari untuk selanjutnya dipertimbangkan oleh Gubernur sebagai pembina kepegawaian.
Untuk diketahui, lima orang pansel yang melakukan job fit diantaranya Professor M.J Sapteno, Rektor UKIM Stev Gaspers, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Simon Saimima, Rektor UIN A.M Sangadji, Abidin Wakano dan Kasrul Selang.
Januari Dilantik
Pastikan awal Januari 2026 mendatang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa akan melantik pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi.
Kabar rencana pelantikan pejabat eselon II ini diungkapkan Plh Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang, kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (19/12).
Kasrul mengungkapkan, pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku harus menunggu hasil job fit atau uji kompetensi yang sementara dilakukan penitia seleksi.
Gubernur kata Kasrul, menghendaki agar pelantikan seluruh pejabat eselon II dilakukan secara serempak, baik terhadap jabatan yang sebelumnya kosong dan telah dilakukan lelang terbuka maupun jabatan yang masih ada pejabat tetapi telah dilakukan job fit.
“Pelantikannya akan dilakukan awal Januari. Jadi minggu pertama Januari itu sudah ada pejabat baru dan juga yang tetap pada jabatan sekarang,” ucap Kasrul.
Disinggung soal hasil seleksi terbuka terhadap 14 jabatan eselon II yang dilakukan beberapa bulan lalu, Kasrul mengaku hasilnya telah ditangan Gubernur, namun harus menunggu hasil job fit untuk agar pelantikan dilakukan secara bersamaan.
Ditanya terkait alasan pelantikan diawal tahun, Kasrul memastikan hal ini didasarkan pada pertimbangan objektif gubernur sebagai pembina kepegawaian, dan juga user artinya tidak ada kepentingan apapun. “Pak gubernur sejak awal telah menekankan kalau beliau tidak ingin tergesa-gesa dalam menempatkan pejabat, karena itu awal tahun itu menurut pak gubernur sudah tepat,” tegas Kasrul.
Kasrul menambahkan, gubernur berkeinginan di awal tahun 2026 nanti tata kelola dan penempatan pejabat eselon II sudah selesai dilakukan, sehingga kinerja pemerintah dapat dimaksimalkan untuk Maluku yang lebih baik.(S-20)