AMBON, Siwalima.id - Provinsi Maluku, meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Award 2025, sebagai provinsi terbaik kedua untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Penghargaan ini diserahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan diterima Kepala Biro Perekonomian Setda Maluku, Onesimus Soumeru, Jumat (12/12).
Onesimus menjelaskan, pemerintah pusat tentu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas inflasi sepanjang tahun 2024–2025.
Penilaian pada TPID Award 2025 ini dilakukan secara ketat oleh tim independen, yang melibatkan perguruan tinggi, Bank Indonesia dan kementerian terkait, dimana penilaian mengacu pada dua komponen utama, yakni 40 persen aspek proses dan 60 persen aspek output, yang ditekankan pada penerapan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
“Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen kuat Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, yang secara konsisten memastikan ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga,” ucap Onesimus kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (12/12).
TPID Maluku kata Onesimus, selama ini aktif melaksanakan berbagai inisiatif pengendalian inflasi, seperti pasar murah keliling, gerakan penanaman cabai, serta penerapan digital farming, untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat tata kelola distribusi.
Karenanya, pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID Maluku dan semoga dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026 serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, Par Maluku Pung Bae.
“Sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian inflasi, Pemprov Maluku terus mengupayakan berbagai program strategis, antara lain pasar murah bersubsidi, gerakan menanam, operasi pasar, fasilitasi kelancaran distribusi pangan, serta rapat rutin untuk monitoring dan evaluasi,” ucap Onesimus.
Selain itu kata Onesimus, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan, benih padi dan sayuran, serta bibit ternak kepada masyarakat, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, TPID Maluku kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan keliling di sejumlah kabupaten/kota.
“Program ini menjadi langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, ditengah meningkatnya permintaan akhir tahun. GPM terselenggara atas kolaborasi TPID bersama Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Maluku, Bulog dan para distributor,” jelas Onesimus.
Onesimus pastikan, prestasi TPID yang diraih Maluku dalam ajang nasional ini, menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor, kerja keras, serta komitmen pemerintah daerah mampu menghadirkan kebijakan pengendalian inflasi yang efektif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.(S-20)