SIWALIMA.id > Berita
Noach: Blok Masela Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Parlamentaria DPRD Maluku , Suplemen | Kamis, 18 Juni 2026 pukul 14:44 WIT

ANGGOTA Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach menegaskan, kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela harus dipandang sebagai peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, bukan sekadar kesempatan bekerja langsung di proyek tersebut.

Menurut politisi PDIP itu, tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bekerja di Blok Masela merupakan hal yang positif. Namun pemerintah daerah perlu memberikan pemahaman, bahwa tidak semua pencari kerja akan terserap sebagai tenaga kerja di proyek migas tersebut.

“Blok Masela memang menjadi magnet bagi para pencari kerja. Tetapi kita harus memahami bahwa tidak semua masyarakat bisa bekerja langsung di proyek itu. Karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan berbagai kompetensi lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap peluang ekonomi yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut,” kata Noach kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/6).

Noach menjelaskan, keberadaan Proyek Abadi Masela nantinya tidak hanya membuka peluang kerja langsung di sektor migas, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran ribuan pekerja pada masa konstruksi maupun operasional proyek akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai layanan dan produk yang dapat disediakan oleh masyarakat lokal.

“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya tenaga kerja untuk masuk ke proyek, tetapi juga pelaku usaha yang mampu menyediakan kebutuhan para pekerja. Akan ada kebutuhan makanan, tempat tinggal, jasa perbengkelan, dan berbagai layanan lainnya. Ini peluang usaha yang harus ditangkap masyarakat,” ujarnya.

Noach meminta Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota memperluas program pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. 

Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja industri migas, tetapi juga harus menyentuh sektor usaha produktif yang berpotensi berkembang seiring hadirnya proyek tersebut.

“Kompetensi yang dibangun harus beragam. Anak-anak muda kita perlu dibekali kemampuan berwirausaha dan keterampilan lain yang mendukung tumbuhnya ekonomi lokal. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari Blok Masela dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih tinggi­-nya angka pengangguran di Ma­-luku. Untuk itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap investasi yang masuk mampu memberikan dampak nyata terhadap penyera­pan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, investor yang ber­ope­rasi di Maluku harus membe­ri­kan perhatian terhadap kebutu­han te­naga kerja daerah sehingga man­faat pembangunan dapat di­rasakan langsung oleh masya­rakat.

“Kita berharap proyek-proyek strategis nasional dan investasi yang masuk dapat membantu menekan angka pengangguran. Investor juga harus diberikan penegasan agar memperhatikan tenaga kerja lokal, karena tingkat pengangguran kita masih cukup tinggi dan jumlah pencari kerja juga terus bertambah,” tegasnya.

Noach kembali mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada peluang bekerja di dalam proyek Blok Masela. Peme­rintah dan seluruh pemangku ke­pen­tingan harus mulai mem­persiapkan ruang-ruang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat lokal.

“Jangan hanya fokus pada pe­kerjaan di dalam proyek Blok Ma­sela. Yang juga harus dilihat ada­lah peluang usaha yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut. Ruang-ruang ekonomi itu harus dipersiapkan sejak seka­rang agar masyarakat Maluku benar-benar menjadi bagian dari manfaat pembangunan ini,” tandasnya.(S-26)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps