PERHATIAN Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Maluku Barat Daya terus mengalir. Buktinya di Kabupaten MBD tepatnya di Kota Tiakur pusat Ibukota MBD telah dibangun Gedung Pusdalops.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, Jemmy Liko, yang dikonfirmasi Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (8/9) mengakui gedung Pusdalops yang dibangun ini bukan saja di Kabupaten MBD tetapi juga di beberapa daerah di wilayah NKRI.
âJadi MBD juga mendapatkan kebagian satu unit gedung Pusdalops yang dibangun melalui APBN lewat kosering Bank Dunia. Bangunan ini akan mengakomodir segala macam yang terkait kedaruratan kebencanaan di wilayah MBD,â ucapnya.
Jadi selain bangunan Gedung Pusdalops ini, kata dia, ada tambahan peralatan-peralatan didalam gedung.
âDalam sehari dua atau beberapa minggu kedepan, peralatan-peralatan tersebut akan dibawa atau didistribusikan ke Kabupaten MBD,â ujarnya.
Bangunan gedung sudah selesai dan kita akan menunggu arahan dari BNPB, karena anggaran pembangunan gedung Pusdalops ini melalui BNPB.
âJadi daerah hanya menyiapkan lahan dan dibangun oleh Pusat, nanti kita menunggu ketika semuanya sudah siap dan direncanakan mungkin bulan November, itu barulah diserahkan ke daerah. Bangunannya sudah selesai, tinggal peralatannya dan kita menungggu keputusan BNPB,â akuinya.
Menurut Jemmy, pasti dalam sistim penyerahan ke daerah berupa aset itu untuk seluruh daerah/wilayah yang bangunan Pusdalops itu telah dikerjakan dan sudah selesai rampung 100 persen baik bangunannya maupun peralatan-peralatan yang akan dimasukan didalam bangunan tersebut.
âSelaku BPBD MBD kami bersyukur dan mengapresiasi apa yang merupakan bantuan ke daerah, artinya bahwa MBD juga ada dalam perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB. Semoga kedepan masih ada banguan-bangunan atau infrastruktur lain yang dapat membantu kita di daerah 3T atau daerah perbatasan agar dapat diakomodir dengan baik sehingga MBD bisa seperti daerah lain yang sudah maju di Maluku maupun di wilayah NKRI,â harapnya. (S-28)