AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 540 lulusan diploma, sarjana, profesi, magister dan doktor pada Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) periode II tahun 2025 diwisudakan, Selasa (16/12)
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam sambutannya pada acara wisuda itu berharap, lulusan UKIM harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, baik hard skills maupun soft skills agar mampu beradaptasi dan bersaing di era globalisasi yang penuh dinamika
“Selain itu para lulusan ini juga harus dapat menjadi agen perubahan yang membawa pencerahan dan kemajuan bagi masyarakat Maluku,” pinta gubernur.
Wisuda yang dilakukan saat ini menurut gubernur, bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak awal dari perjalanan besar, dimana gelar yang diraih bukan hanya simbol sebuah pencapaian akademis, tetapi amanah untuk memimpin dan melakukan perubahan, tidak hanya di Maluku, tetapi di panggung nasional bahkan global.
Gelar kesarjanaan yang diraih, merupakan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara, artinya ilmu pengetahuan telah diperoleh, hendaknya digunakan untuk menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku.
“Untuk menjadi agen perubahan, seluruh civitas akademika UKIM dituntut untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjalin sinergi dengan pemerintah dan sektor lainnya dalam mewujudkan Maluku yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar gubernur.
Pasalnya kata gubernur, tantangan yang dihadapi kedepan semakin besar, olehnya janganlah berhenti belajar, belajar dan terus belajar,sebab ruang akademik akan berbeda dengan ruang dalam masyarakat dan dunia pekerjaan.
“Masukilah dunia baru mu dan siaplah beradaptasi dengan dunia baru mu, bekerjalah sekeras-kerasnya tanpa pernah putus asa, maka Tuhan akan senantiasa memberkati,” tandas gubernur.
Lebih lanjut gubernur menegaskan, Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri bagi insan perguruan tinggi, namun dengan visi UKIM yang juga merespons kepulauan ini, maka tentu akan memberi solusi berupa gagasan-gagasan cerdas tentang bagaimana membangun Maluku dalam konteks masyarakat kepulauan.
Pemprov Maluku terus bersinergi dan berkeloborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia perguruan tinggi, agar masyarakat Maluku makin maju dan sejahtera.
“Dalam konteks inilah, kehadiran lulusan baru UKIM kiranya terus mengasah kemampuan ketika terjun ke dunia lapangan kerja. Mentalitas petarung dan militan harus dijadikan modal untuk terus melakukan inovasi serta membangun budaya kerja yang produktif sambil tetap memang teguh nilai-nilai agama dan budaya yang luhur,” tandas gubernur.(S-20)