ANGGOTA DPRD Maluku, Zain Syaiful Latukaisupy memberikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Maluku untuk menjalin kerja sama dengan investor asal Jepang dalam pengembangan Maluku Integrated Port (MIP).
Menurut Latukaisupy, kerja sama ini merupakan terobosan strategis yang akan mendorong kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan sektor ekonomi dan transportasi laut.
âSebagai putra asli Seram Bagian Barat, saya sangat mendukung langkah Gubernur. Kita butuh investasi besar untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Maluku,â ungkap Latukaisupy kepada Siwalima, Senin (6/10).
Latukaisupy menilai, kehadiran investor Jepang akan membawa transfer teknologi dan sistem pengelolaan pelabuhan modern, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
âYang penting, kerja sama ini tetap berpihak pada kepentingan daerah. Pemerintah harus memastikan agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,â tegas legislator Fraksi Gerindra itu.
Ia juga menyoroti pentingnya proyek tersebut bagi masyarakat Seram Bagian Barat, mengingat wilayah itu direncanakan menjadi lokasi utama pembangunan MIP.
âIni bukan hanya proyek infrastruktur, tapi juga harapan besar bagi orang Seram Bagian Barat. Jika MIP benar-benar diwujudkan di wilayah ini, maka roda ekonomi masyarakat akan berputar lebih cepat, akses transportasi semakin terbuka, dan potensi sumber daya alam kita bisa tersalurkan secara maksimal,â jelas Latukaisupy.
Latukaisupy kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Maluku untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur tersebut.
âKita harus bersatu mendukung program strategis ini. Jangan ada yang berpikir sempit. Semua ini demi kemajuan Maluku dan kesejahteraan masyarakat,â tandasnya.
Ia berharap, proyek Maluku Integrated Port menjadi pintu masuk bagi investasi lain di sektor perikanan, pariwisata, dan logistik.
âJika dikelola dengan baik, pelabuhan ini bisa menjadikan Maluku sebagai pusat distribusi kawasan timur Indonesia,â pungkasnya.(S-26)