SIWALIMA.id > Berita
Jelang Idulfitri, Walikota Pastikan Bapok Aman
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Rabu, 18 Februari 2026 pukul 13:30 WIT

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri dan Hari Besar Keagamaan Nasional, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memastikan, Pemerintah Kota Ambon bergerak serius menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Ia mengatakan, telah menginstruksikan Wakil Walikota, Sekot, serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor, pasar, dan sejumlah titik distribusi lainnya.

“Saya sudah minta Ibu Wakil Wali Kota, Pak Sekkot, dan Tim Inflasi Daerah untuk lakukan sidak kepada distributor dan pasar guna memastikan ketersediaan stok. Kita juga berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya,” ujarnya, kepada wartawan, Jumat (13/2).

Berdasarkan hasil pengecekan sebelumnya, stok kebutuhan pokok di Kota Ambon disebut dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Waktu Natal kemarin kita sudah cek, stok cukup bahkan untuk enam bulan ke depan. Tetapi kita harus tetap hati-hati, karena permintaan barang ini datang dari berbagai daerah,” jelasnya.

Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi faktor krusial agar pasokan untuk Kota Ambon tidak dialihkan ke daerah lain yang berpotensi memicu kelangkaan di pasar lokal. Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terpenuhi.

“Saya menjamin pemerintah bekerja serius supaya masyarakat selama bulan suci Ramadan ini kebutuhannya terpenuhi dengan baik,” tegas Bodewin.

Bodewin menegaskan, pemerintah menghormati mekanisme pasar dalam pembentukan harga. Namun, jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar dan merugikan masyarakat, pemerintah akan melakukan langkah intervensi.

“Saya bilang berkali-kali, ada mekanisme pasar yang pemerintah tidak boleh campur. Tetapi tugas pemerintah memastikan stabilisasi harga. Kalau sudah tidak normal, maka kita akan intervensi,” katanya.

Ia mengakui, harga barang dipengaruhi berbagai variabel, seperti stok, distribusi, hingga faktor eksternal lainnya. Namun demikian, ia mewaspadai adanya praktik-praktik tidak sehat yang berpotensi mempermainkan harga di tingkat pasar.

Walikota secara tegas menyoroti kemungkinan adanya praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang dapat membebani pedagang dan berdampak pada kenaikan harga barang bagi konsumen.

“Kalau ada tangan-tangan yang tidak kentara bermain di pasar, itu yang berbahaya. Kalau prema­nisme bermain kasar dan ada pungli, inilah yang membuat pedagang menaikkan harga untuk menutup biaya-biaya itu,” ujarnya.

Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk memastikan tidak ada pihak-pihak yang merasa berkuasa atas aktivitas ekonomi di Kota Ambon.

“Kita harus memberantas itu. Tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa atas ekonomi Kota Ambon,” tegasnya.

Dengan pengawasan intensif, koordinasi lintas instansi, serta komitmen memberantas praktik ilegal di pasar, Pemerintah Kota Ambon berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman, tenang, dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.(Mg-1) 

BERITA TERKAIT