DIREKTUR Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar memastikan jajarannya siap membantu Pemprov Maluku dalam mencegah kebocoran dalam pengelolaan pajak dan retribusi.
Kepada Siwalima di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (11/6) Imbar mengatakan, sebagai bank milik masyarakat Maluku dan Maluku Utara, Bank Maluku Malut telah berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang menjadi hak daerah tercatat dalam penerimaan daerah.
“Komitmen kami diwujudkan dengan mendorong digitalisasi guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Itu yang sudah kita lakukan,” ucap Imbar.
Dikatakan untuk memaksimalkan peran Bank Maluku-Malut dalam mendorong pendapatan daerah maka peningkatan kinerja perusahaan menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong kontribusi terhadap daerah.
Apalagi Bank Maluku Malut telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman terkait kerja sama sistem perbankan digital dengan Pemprov Maluku sebagai bagian dari instrumen pengawasan pendapatan daerah.
Kerja sama itu menurut Imbar sejalan dengan komitmen Gubernur yang menaruh perhatian serius terhadap sistem penerimaan daerah yang selama ini ternyata terjadi kebocoran yang berdampak pada belum optimalnya pendapatan daerah.
“Kita harus bersyukur memiliki seorang gubernur seperti pak Hendrik sebab beliau terus berupaya untuk memastikan setiap penerimaan daerah terkontrol dan tidak terjadi kebocoran yang merugikan daerah,” ucap Syahrisal.
Komitmen gubernur ini kata Syahrisal, tentu menjadi angin segar bagi Bank Maluku Malut dalam upaya memastikan setiap rupiah yang bersumber dari pajak dan retribusi harus dapat dipertanggung jawabkan.
Penerimaan daerah yang optimal tentu akan berdampak pada proses pembangunan, artinya muara dari upaya penerapan sistem perbankan digital harus kembali dan dirasakan masyarakat di Maluku.
“Sebagai Direktur Utama Bank Maluku Malut kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku atas dukungan terhadap percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah ini,” tandas Syahrisal.
Ia menjelaskan, kerja sama serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kabupaten/kota di Maluku maupun Maluku Utara sebagai bagian dari upaya optimalisasi penerimaan daerah melalui sistem digital.
Digitalisasi ini akan lebih memaksimalkan penerimaan daerah, sekaligus mencegah kebocoran, karenanya Bank Maluku-Malut siap mendukung seluruh pemerintah daerah dalam meningkatkan digitalisasi transaksi.
Penerapan sistem perbankan digital juga akan dilakukan terhadap implementasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dalam waktu dekat akan segera dijalankan bersama pemerintah daerah. “Saya optimistis dibawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa, Provinsi Maluku akan semakin maju dalam penerapan sistem digital dan mampu menjadi salah satu daerah percontohan digitalisasi nasional,” ujar Syahrisal.(S-20)