UPACARA Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-68 yang berlangsung di Lapangan Nusantara Masohi, Senin (3/11), berlangsung khidmat dan penuh makna.
Dalam momentum bersejarah itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menerima Pataka Pamahanunusa pertama sejak dirinya memimpin bersama Wakil Bupati, Mario Lawalata.
Penyerahan Pataka dilakukan oleh pasukan adat yang diiringi tarian perang cakalele khas Kecamatan Amahai, yang melibatkan para penari dari Negeri Amahai, Rutah, Soahuku, Haruru, Makariki, serta beberapa negeri lainnya. Suasana menjadi semakin khidmat ketika Pataka diserahkan kepada Bupati sebagai simbol semangat juang dan persatuan masyarakat Maluku Tengah.
Upacara tersebut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, jajaran Forkopimda Maluku Tengah, anggota DPRD, pimpinan OPD Pemkab Malteng, serta para pimpinan BUMN dan BUMD.
Turut hadir pula Ketua MUI Malteng, Ketua Klasis GPM, Ketua Paroki, para raja, pimpinan OKP dan Ormas, serta paguyuban dari berbagai daerah di Maluku Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa Masohi bukan sekadar ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, tetapi simbol dari semangat gotong royong dan persaudaraan yang telah diwariskan para pendiri negeri ini.
“Masohi adalah simbol semangat gotong royong, semangat persaudaraan, dan semangat kebersamaan yang telah menjadi identitas orang Maluku Tengah sejak kota ini berdiri dan diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1957,” ungkap Bupati.
Menurutnya, makna kata Masohi yang berarti bekerja bersama terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakatnya dari pesisir hingga pegunungan, dari pasar hingga sekolah, dan dari negeri ke negeri.
“Inilah kekuatan besar katong selaku anak negeri dengan semangat yang seng akan pernah padam,” tegasnya.
Zulkarnain juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pendiri Kota Masohi — para raja, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemimpin terdahulu dari berbagai negeri di Kecamatan Amahai dan sekitarnya.
“Dari katong pung tetua dan leluhur itulah, katong belajar arti ketulusan, kerja keras, dan kebersamaan tanpa pamrih. Mari katong panjatkan doa terbaik bagi mereka semua. Semoga amal bakti mereka menjadi cahaya penerang bagi perjalanan Kota Masohi menuju masa depan yang lebih maju,” tutur Bupati.
Upacara HUT ke-68 ini menjadi momen istimewa bagi kepemimpinan duet Zulkarnain–Mario, sekaligus menegaskan semangat Masohi Bangkit yang menjadi roh pembangunan Maluku Tengah di tahun-tahun mendatang. (S-17)