KETUA DPRD Maluku Benhur George Watubun, meminta masyarakat di Kota Tual untuk senantiasa menjaga kondusifitas selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah guna memastikan kekhusyukan ibadah puasa.
Permintaan dan imbauan legislatif daerah pemilihan Tual, Maluku Tenggara dan Aru ini menyusul peristiwa beruntun Penganiayaan diduga oknum Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, terhadap siswa madrasah yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Jumat (19/2) serta konflik yang kembali terjadi di Desa Fiditan Kota Tual, Minggu (23/2).
Benhur mengatakan, Ramadhan seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini momentum untuk berbenah diri kami harap masyarakat dapat kembali memahami makna dari bulan suci ramadhan,” tegasnya, kepada Siwalima, di Baileo Rakyat Karpan Ambon, Rabu (25/2).
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini juga meminta warga Tual untuk saling menghargai, menjaga ucapan dan perilaku, serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan Pemerintah Daerah, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda serta pengurus RT dan RW dalam menjaga situasi wilayah tetap tertib.
“Pengawasan bersama perlu dilakukan untuk mencegah berbagai aktivitas yang meresahkan, dan dapat menjadi pemicu konflik komunal maupun gesekan di masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, ia menegaskan tanggung jawab menjaga kamtibmas tidak hanya berada pada aparat penegak hukum, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat.
“Dengan partisipasi aktif masyarakat suasana Ramadan di Tual khususnya dan Maluku pada umumnya diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.(S-26)