AMBON, Siwalimanews –Â DPRD Maluku memberiÂkan dukungan penuh terÂhadap langkah Gubernur Hendrik Lewerissa yang hari ini, Selasa (7/10) akan menandatangani perjanjian kerja sama, dengan investor asal JeÂpang, yang tertarik menaÂnamkan modalnya pada Maluku Integrated Port.
Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin meÂngatakan, kerja sama ini merupakan terobosan straÂtegis yang akan menÂdorong kemajuan daerah, terutama dalam peningÂkatan sektor ekonomi dan transportasi laut.
âKita perlu menyambut langkah ini dengan optiÂmiÂsÂme. Investasi besar seÂperÂti ini sangat penting untuk membuka keterisoÂlaÂsian wilayah dan memÂperÂcepat pertumbuhan ekoÂnomi Maluku,â ungkap Rovik keÂpaÂda Siwalima di Ambon, Senin (6/10).
Ia menilai, kehadiran investor Jepang akan membawa transfer teknologi dan sistem pengelolaan pelabuhan modern, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
âYang penting, kerja sama ini tetap berpihak pada kepentingan daerah. Pemerintah harus memasÂtikan agar tenaga kerja lokal menÂdapat prioritas dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,â tegas legislator Fraksi PPP Maluku ini.
Rovik juga menyoroti pentingnya proyek tersebut bagi masyarakat Seram Bagian Barat, mengingat wilayah itu direncanakan menjadi lokasi utama pembangunan MIP.
âIni bukan hanya proyek infraÂstruktur, tapi juga harapan besar bagi orang Seram Bagian Barat. Jika MIP benar-benar diwujudkan di wilayah ini, maka roda ekonomi masyarakat akan berputar lebih cepat, akses transportasi semakin terbuka, dan potensi sumber daya alam kita bisa tersalurkan secara maksimal,â jelas Rovik.
Ia kemudian mengajak seluruh eleÂmen masyarakat dan pemangÂku kepentingan di Maluku untuk memberikan dukungan penuh terÂhadap langkah Gubernur tersebut.
âKita harus bersatu mendukung program strategis ini. Jangan ada yang berpikir sempit. Semua ini demi kemajuan Maluku dan keseÂjahÂteraan masyarakat,â tandasnya.
Rovik berharap, proyek Maluku Integrated Port menjadi pintu masuk bagi investasi lain di sektor perikanan, pariwisata, dan logistik.
âJika dikelola dengan baik, pelaÂbuhan ini bisa menjadikan Maluku sebagai pusat distribusi kawasan timur Indonesia,â pungkasnya
Buka Investasi
Sementara itu, anggota DPRD Maluku dari Fraksi Gerindra, Zain Syaiful Latukaisupy, menilai, kerja sama tersebut merupakan upaya visioner pemerintah daerah untuk membuka ruang investasi dan memÂpercepat pertumbuhan ekoÂnoÂmi di provinsi ini.
âLangkah Gubernur harus kita duÂkung bersama, karena orientaÂsiÂnya jelas untuk kepentingan pembanguÂnan daerah. Dengan masuknya investor Jepang, ada haÂrapan besar terhadap peningkaÂtan infrastruktur dan aktivitas ekoÂnomi di Maluku,â ujar Latukaisupy kepada Siwalima di Ambon, Senin (6/10).
Menurutnya, Maluku membutuhÂkan mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi pemÂbangunan sektor pelabuhan dan logistik, terutama untuk memperÂlancar arus barang antar wilayah.
âKita berharap kerja sama ini tak hanya berorientasi pada pembaÂngunan fisik, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,â harapnya.
Politisi Gerindra ini mengatakan, keterlibatan investor asing seperti Jepang diharapkan mampu menÂdoÂrong transfer teknologi dan sisÂtem pengelolaan pelabuhan yang modern serta berdaya saing tinggi.
âGerindra mendukung sepenuhÂnya setiap program pembangunan yang berdampak langsung pada rakyat. Yang penting, pemerintah daeÂrah tetap mengedepankan keÂpentingan Maluku dalam setiap keÂsepakatan kerja sama,â tegasnya.
Latukaisupy juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam proses realisasi proyek tersebut, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
âKita tidak boleh hanya bangga karena ada investasi besar, tapi harus memastikan pelaksanaanÂnya sesuai dengan kepentingan daerah dan masyarakat,â katanya.
Tak Tebar Opini
Pemerintah Provinsi Maluku meminta semua stakeholder agar tidak menebarkan opini menyesatÂkan terhadap rencana pembanguÂnan Maluku Integrated Port (MIP).
Permintaan ini diungkapkan Juru Bicara Pemrov Maluku, Kasrul Selang merespon muncul opini miring dari sejumlah kalangan terhadap perjuangan Gubernur Maluku dalam merealisasikan MIP.
Kasrul mengungkapkan seluruh stakeholder mestinya bersyukur karena Integrated Port atas kerja keras Gubernur telah masuk daÂlam dokumen RPJMN artinya itu sudah menjadi domainnya pemeÂrintah pusat.
Menurutnya tidak semua proyek strategis nasional yang di gagas oleh Pempus harus dibiayai deÂngan APBN, sebab ada mekaÂnisme pembiayaan lain yang dapat tempuh seperti kerja sama dengan swasta asing atau swasta nasional.
âJadi untuk rencana pembanguÂnan MIP itu tidak melulu harus deÂngan APBN, sebab kita kenal deÂngan kerja sama public private parÂtnership (PPP), jadi tidak ada maÂsalah,â ujar Kasrul kepada SiwaÂlima di ruang kerjanya, Senin (6/10).
Dijelaskan, tahapan proyek MIP cukup panjang yang dimulai dengan perencanaan hingga studi kelayakan. Artinya, jika ada swasta berkeinginan mulai menggarap proyek ini maka dimulai dengan MoU atau nota kesepahaman yang akan menjadi cikal bakal lahirnya kerja sama.
Kasrul mengaku upaya merealiÂsasikan MIP memang perjalanan dan tidak gampang tetapi bukan beÂrarti tidak mungkin, apalagi suÂdah dalam dokumen perenÂcanaan negara maka harus optiÂmis negara akan mengimplementasi ini.
âSering dibilang oleh pak guÂbernur bahwa, tidak ada cara lain untuk mengurai kemiskinan dan peÂngangguran kecuali masukan berinvestasi termasuk dari negara asing, yang penting harus investasi yang bermartabat. Artinya investor yang taat aturan, mempekerjakan anak daerah, menghargai adat istiÂadat, memperhatikan lingkungan dan transfer teknologi,â tegas Kasrul.
Kastul menegaskan, proyek beÂsar seperti MIP tidak boleh hanya liat dari sisi pelabuhannya saja, teÂtapi dari sisi hilirisasi dan indusÂtriaÂlisasi sebab multiplayer efek dari proyek nasional ini luar biasa.
âKalau ada MIP ini maka semua produk perikanan akan diolah diÂsitu dan diekspor dari Maluku terÂmaÂsuk hasil bumi kita semuanya diÂekspor dari Maluku langsung, dengan adanya pelabuhan Maluku Integrated Port tersebut,â jelas Kasrul.
Kasrul menegaskan untuk meÂrealisasikan proyek MIP bukan saja membutuhkan investasi, teÂtapi harus juga dukungan masyaÂrakat khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai lokasi rencana pembangunan MIP.
âKarena ini lokasinya di SBB, maka kami menghimbau tokoh agama, masyarakat, pemuda, agaÂma hingga tokoh adat untuk membangun rasa optimisme masÂyarakat agar bersama-sama songÂsong Maluku Integrated Port, karena ini jawab dari perjuangan kita semua,â harap Kasrul.
Teken
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Maluku, Hendrik LeweÂrissa, besok (7/10), dijadwalkan akan menandatangani perjanjian kerja sama, dengan investor asal Jepang, yang tertarik menanamkan modalnya pada Maluku Integrated Port.
Diharapkan Memorandum of UnÂderstanding (MoU) dengan investor asal Jepang itu akan jadi tongÂgak percepatan pembangunan proyek strategis nasional yang akan dibangun di Pulau Seram tersebut.
Kepada wartawan di Ambon, Sabtu (4/10), Gubernur Lewerissa menjelaskan, penandatanganan kerja sama pembangunan MIP ini, akan dilakukan pada event World Expo Osaka 2025 yang diselengÂgarakan oleh Bappenas di Jepang.
Gubernur bilang, MoU MIP ini merupakan langkah awal yang nyata dalam mewujudkan proyek pelabuhan internasional yang telah lama ditunggu.
âSebagai Pemerintah Provinsi Maluku yang berinisiatif membaÂngun proyek ini, kami menyambut dengan sukacita rencana terseÂbut,â ucap gubernur.
Karenanya gubernur berharap dukungan penuh dari semua pihak, agar proyek ini benar-benar bisa direalisasikan sesuai dengan statusnya sebagai bagian dari proyek strategi nasional. âMohon doanya agar dapat berjalan aman, lancar dan sukses, sehingga MIP benar-benar menjadi pintu kemaÂjuan Maluku,â pinta gubernur.
Selain Gubernur, Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman juga akan ikut menyaksikan penandatangaÂnan kerja sama pembangunan MIP tersebut. (S-20)