SIWALIMA.id > Berita
Bupati Tutup Banda Heritage Festival
Malteng Membangun , Suplemen | Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14:24 WIT

DENTUMAN tifa di Banda Neira, Sabtu (29/11), menandai berakhir­nya Banda Heritage Festival 2025 yang selama empat hari menjadi­kan gugusan pulau bersejarah itu sebagai pusat perhatian nasional hingga manca negara.

Penutupan berlangsung Penuh khidmat di halaman Benteng Nas­sau, ikon kolonial yang menjadi saksi perjalanan masa lalu Banda.

Festival yang dimulai sejak 26 November ini menyuguhkan ragam atraksi budaya, sejarah, kuliner, seni, hingga tur alam yang mem­per­kuat identitas Banda sebagai “mutiara kepulauan rempah”.

Zulkarnain Awat Amir mene­gaskan bahwa selama empat hari terakhir, Banda benar-benar men­jadi “panggung dunia.

“Festival ini bukan sekadar rang­kaian acara, tetapi deklarasi ber­sama bahwa Banda adalah wari­san besar bangsa. Tempat di mana sejarah dunia pernah berpu­sat, tempat budaya tumbuh, dan alam memahat keindahan yang membuat semua orang ingin kembali,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebuda­yaan Wilayah XX Maluku, panitia kabupaten dan lokal Banda, aparat keamanan, komunitas seni, komu­nitas pemuda, serta masyarakat Banda yang bekerja tanpa menge­nal lelah demi menyukseskan perhelatan tersebut.

Ucapan terima kasih juga di­sampaikan kepada tamu dari pemerintah pusat, pemerintah pro­vinsi, serta wisatawan mancane­gara yang memadati Banda selama festival berlangsung.

Bupati menekankan pentingnya menjaga dan merawat kekayaan Banda, baik dari sisi sejarah maupun lingkungan.

“Banda punya benteng-benteng bersejarah, tradisi yang hidup, dan laut yang menjadi sumber kehi­dupan. Semua ini harus dirawat. Mari kita lanjutkan kerja-kerja besar ini, karena masa depan Banda ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Zulkarnain juga mengingatkan bahwa tahun 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan sensus ekonomi di Banda. Para pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya diminta menyiapkan data secara lengkap dan akurat.

Sebelum menutup secara resmi Banda Heritage Festival 2025, Bupati mengutip pesan legendaris Soetan Sjahrir, “Jangan mati sebelum ke Banda,” namun ke­mudian ia memperluas maknanya.

“Hari ini kita tambahkan makna baru: Jangan hanya datang ke Banda, tetapi cintai, jaga, dan hiduplah bersama kisah besar yang dijaganya,” kata Zulkarnain.

Dengan pesan itu, Festival Banda tahun ini ditutup, menyisakan harapan bahwa semangat menjaga Banda sebagai pusat sejarah dan kebudayaan dunia akan terus berlanjut. (S-17)

BERITA TERKAIT