SIWALIMA.id > Berita
BPBD Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir dan Perilaku
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Selasa, 9 Juni 2026 pukul 14:05 WIT

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. 

Selain menyasar warga umum, program tersebut juga difokuskan kepada pelajar, lembaga pendidikan, tempat ibadah, hingga yayasan keagamaan.

Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan mengatakan, sosialisasi kebencanaan selama ini berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

“Kami lebih banyak melakukan so­sialisasi kepada anak-anak seko­lah, tempat-tempat ibadah, yayasan Muslim, hingga sekolah pesantren,” kata Tatipikalawan, kepada Siwalima, di Balai Kota Ambon, Senin (8/6).

Menurutnya, hampir seluruh sekolah dasar di Kota Ambon telah menjadi sasaran program edukasi kebencanaan yang dilakukan BPBD. 

Langkah ini dinilai penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.

Ia menjelaskan, dari sisi penge­ta­huan, masyarakat sebenarnya su­dah cukup memahami risiko ben­cana dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat. Namun tantangan ter­besar saat ini adalah mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.

“Penguatan kapasitas masyarakat dari sisi pengetahuan sudah cukup baik. Yang dibutuhkan sekarang ada­lah kerja keras untuk mengubah pa­radigma berpikir dan sikap mas­yarakat terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Menurut Tatipikalawan, keberha­silan program mitigasi dan pena­nggulangan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kemauan masyarakat un­tuk mengubah perilaku dan mening­katkan kesadaran terhadap lingku­ngan sekitar.

“Sebagus apa pun program yang dibuat pemerintah, jika tidak didu­kung perubahan perilaku masyara­kat, maka hasilnya tidak akan mak­simal,” tegasnya.

Kedepan, BPBD Kota Ambon berencana memperluas jangkauan sosialisasi kebencanaan ke wilayah Ambon Timur hingga kawasan Leitisel, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Selain sosialisasi, BPBD juga terus memperkuat penyusunan ber­bagai dokumen kesiapsiagaan dan rencana respons bencana sebagai pedoman dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami juga menyiapkan berbagai dokumen pendukung, termasuk doku­men kesiapsiagaan dan ren­cana respons untuk menghadapi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

Tatipikalawan berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana di Kota Ambon, sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan ketika sewaktu-waktu terjadi.(S-30)

BERITA TERKAIT