SIWALIMA.id > Berita
MoU MIP Diteken
Visi | Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 23:18 WIT

DUA investor besar dari Jepang dan Indonesia resmi me­nandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan Maluku Integrated Port (MIP).

Dua investor yang telah sepakat untuk membuat rencana awal pembangunan MIP tersebut yakni Shanxi Sheng’an Co., Ltd yang merupakan perusahaan asal Tiongkok dengan PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati SBB Asri Arman, menyaksikan penandatangan MoU pembangunan MIP di Osaka, Jepang, Selasa (7/10).

Rencana besar sang Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa itu mulai menunjukkan langkah maju dengan adanya penanda­ta­nganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepa­haman antara dua investor besar asal Indonesia dan Jepang.

Kedua investor besar ini menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam menggarap proyek yang bakal mendatangkan multiplayer efek bagi Maluku.

Sebagai langkah awal, kedua investor ini akan melakukan studi kelayakan awal atau Pre-Feasibility Study/Pre-FS sebagai dasar untuk proyek pengembangan Pelabuhan Terpadu Maluku (MIP) yang akan berlokasi di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

MoU yang telah ditandatangani, baik Shanxi Sheng’an Co., Ltd maupun PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ) sepakat untuk memulai studi pendahuluan terkait rencana pengembangan Maluku Integrated Port.

Rencana kerja sama sejalan dengan semangat pemerintah Republik Indonesia yang akan mengembangkan pelabuhan terpadu di Provinsi Maluku. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2009.

Maluku Integrated Port dirancang sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Indonesia dengan estimasi pengembangan pelabuhan ini akan mengundang investasi senilai kurang lebih 50 juta dollar Amerika Serikat.

Kehadiran pelabuhan ini diharapkan memperkuat konektivitas maritim, mendorong pemerataan pembangunan wilayah dan meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di tingkat global.

Dalam kerangka kerja sama ini PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ) akan menyediakan dukungan sumber daya lokal serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sedangkan Shanxi Sheng’an Co., Ltd akan memberikan kontribusi melalui pengalaman dan kapasitasnya di bidang infrastruktur pelabuhan.

MIP adalah sebuah proyek pelabuhan terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah timur Indonesia, khususnya di daerah Maluku.

Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi.

Karenanya, MIP membutuhkan lahan yang super luas, sekitar hampir 1.000 hektar. Saking besarnya, lahan pelabuhan ini mampu menampung perkembangan hingga 100 tahun ke depan.

Pasalnya kerja sama ini merupakan terobosan strategis yang akan mendorong kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan sektor ekonomi dan transportasi laut.

Karenanya seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Maluku untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur tersebut. kerja sama tersebut merupakan upaya visioner pemerintah daerah untuk membuka ruang investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

Dimana Maluku membutuhkan mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan sektor pelabuhan dan logistik, terutama untuk memperlancar arus barang antar wilayah.

Kita berharap kerja sama ini tak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.(*)

BERITA TERKAIT