SIWALIMA.id > Berita
Far-Far Bagikan 100 Paket Sembako
Daerah | Selasa, 24 Maret 2026 pukul 13:49 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far mulai bergerak untuk memperkuat akar rumput dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat di Desa Waiheru.

Paket sembako itu diberikan kepada buruh sapu jalan dan sampah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka menjaga kebersihan kota.

“Bantuan merupakan wujud apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja keras para penyapu jalan dan buruh sampah yang tetap menjalankan tugas tanpa mengenal hari libur,” kata Far-Far kepada Siwalima, Senin (23/3).

Selain itu, ia menyebut buruh sampah dan sapu jalan memiliki peran penting dalam menjaga wajah Kota Ambon tetap bersih dan nyaman, bahkan di saat masyarakat lain menikmati waktu libur.

“Mereka ini tetap bekerja ketika orang lain beristirahat. Tugas mereka memastikan kota ini bersih dari sampah. Ini adalah profesi mulia yang nilainya tidak sebanding dengan paket sembako yang diberikan,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban kebutuhan rumah tangga para penerima, terutama dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan keluarga.

Dirinya berharap perhatian secara berkelanjutan yang diberikan kepada para pekerja di sektor kebersihan sebagai penghargaan atas jasa mereka.

“Pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap para pekerja sektor kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kota tetap layak huni,” jelasnya.

Dorong Realisasi Kebutuhan Prioritas

Selain memberikan bantuan Far-Far, memastikan masukan yang diberikan oleh masyarakat di Waiheru dan kawasan Poka segera ditindaklanjuti.

Dalam reses itu juga Far Far mengunjungi dua titik, yakni RT 7 Negeri Waiheru dan RT 3 kawasan Poka, guna berdialog langsung dengan warga, tokoh masyarakat, serta pemuka agama.

“Reses ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyusunnya dalam pokok-pokok pikiran DPRD agar bisa diperjuangkan dalam program pembangunan,” jelas Far-Far.

Di Negeri Waiheru, sejumlah kebutuhan prioritas disampaikan warga, mulai dari perbaikan talud penahan tanah, bantuan bagi kelompok tani, hingga dukungan fasilitas pendidikan seperti pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk menunjang proses belajar mengajar.

Selain itu, warga juga mengusulkan kebutuhan keumatan, seperti pengelolaan TPU yang memerlukan sarana pemeliharaan, termasuk mesin pemotong rumput.

Ia menegaskan, seluruh aspi­-rasi tersebut akan ditindaklanjuti, baik melalui jalur formal DPRD maupun komunikasi informal dengan pihak terkait.

“Semua masukan akan kami dorong untuk direalisasikan, termasuk kebutuhan dasar seperti lampu jalan dan sistem drainase, mengingat Waiheru merupakan wilayah dengan banyak aliran sungai yang rawan banjir saat musim hujan,” jelasnya.

Di sektor perikanan, ia juga menyoroti kebutuhan nelayan, khususnya kelompok budidaya di pesisir Waiheru yang mengha­dapi kendala ketersediaan bibit yang sulit diperoleh.

Sementara di kawasan Poka, persoalan utama yang disampaikan warga berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan penerangan lingkungan yang masih terbatas.(S-10)

BERITA TERKAIT