AMBON, Siwalima.id - Setelah melakukan persiapan lebih dari setahun, kontingen pesta lomba bandung nyanyi Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal maluku menuju ke Manokwari.
Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan event tiga tahun sekali itu akan berlangsung 18-28 Juni mendatang.
Pelepasan kontingen yang terdiri dari 225 peserta lomba dan 25 ofisial dilakukan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Wisma Gonzalo Veloso Kopertis, Selasa (16/6).
Dalam sambutan, gubernur menjelaskan Pesparawi merupakan ladang kesaksian melalui bait-bait lagu yang akan dikumandangkan, artinya peserta Pesparawi bukan sekadar bernyanyi melainkan sedang mewartakan kebesaran Tuhan melalui suara-suara indah yang dimiliki.
“Ketika kita berbicara tentang Pesparawi XIV di Manokwari nanti, hal apa yang sesungguhnya sedang kita perjuangkan? Apakah kita hanya mengejar sepotong medali? Apakah kita hanya ingin dinilai hebat oleh telinga manusia? Tentu tidak,” ucap Lewerissa dalam rilisnya, kemarin.
Ia menyebut, Maluku adalah negeri yang kaya akan tradisi musik, seni dan kehidupan bergereja yang kuat.
“Kehadiran kontingen Pesparawi Maluku di tingkat nasional tidak hanya membawa kemampuan teknis dan kualitas vokal, tetapi juga membawa karakter masyarakat Maluku yang menjunjung persaudaraan, toleransi dan nilai-nilai kasih,” tegasnya.
Orang nomor satu di Maluku juga menjelaskan seluruh kontingen harus terus menjaga kebersamaan dan kekompakan mulai dari persiapan hingga akhir kompetisi.
Sebab katanya, keindahan paduan suara tidak ditentukan oleh satu suara yang paling keras, melainkan oleh kerelaan untuk saling mendengarkan dan menyatu dalam harmoni.
Dirinya juga meminta kepada para peserta untuk menjaga kesehatan dan jaga sikap.
“Kesehatan akan menjadi faktor yang sangat menentukan terhadap penampilan kalian, karena itu jaga kesehatan kalian secara pribadi, tetapi juga jaga sikap dan perilaku selama berada di sana,” terangnya.
Selain itu peserta ketika bertanding dilakukan dengan penuh sukacita tanpa beban yang menghimpit dan harus menjadikan panggung Pesparawi XIV di Manokwari sebagai mezbah untuk kemuliaan nama Tuhan.
Pemerintah Provinsi Maluku, masyarakat dan daerah ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan bermoral maka Pesparawi menjadi salah satu wadah yang sangat penting untuk membangun karakter tersebut.(S-20)