SIWALIMA.id > Berita
Diduga, Judi Togel di Aru Bermodus Kupon Berhadiah
Hukum | Rabu, 24 Juni 2026 pukul 13:44 WIT

DOBO, Siwalima.id - Diduga, aktivitas judi togel di Kota Dobo, Kabupaten Aru bermodus kupon berhadiah.

Satreskrim, Polres Aru pun melakukan penyisiran di sejumlah tempat/toko/rumah terkait informasi tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Aru, Iptu Holmes Batubara, saat melakukan penyisiran dan sweping, Senin (22/6) mengatakan, penyisiran dilakukan guna menciptakan suasana Kamtibmas bagi masyarakat sebagai respon atas dugaan adanya aktivitas judi toto gelap atau togel.

"Fokus utama operasi ini adalah memastikan laporan masyarakat terhadap beberapa titik yang dicurigai sebagai tempat praktik judi Toto Gelap togel," ungkapnya 

Berdasarkan pantauan di lapangan, Penyisiran ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Aru, Iptu. Holmes Batubara bersama unit Buser pada sejumlah titik dalam Kota Dobo yang diduga menjadi tempat aktivitas tersebut.

Penyisiran dimulai dengan mendatangi lokasi toko dan kios yang disinyalir menjadi tempat perjudian tersebut, hasil temuan dilapangan tempat-tempat tersebut tidak sama sekali menjual kupon Toto gelap. 

Namun, yang ditemukan adalah penjualan kupon berhadiah sem­bako yang telah mengantongi ijin berusaha sebagai arena permainan. 

Para pemilik toko mengaku tidak lagi menjual kupon togel, akan tetapi kupon yang berhadiahkan barang sembako. 

Warga sekitar yang diwawancarai juga mengaku selama ini mereka hanya membeli kupon karena berhadiah sembako, dan menilai usaha tersebut telah membantu masyarakat sekitar dari dampak harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. 

Pengakuan warga tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan aparat di lokasi. Pihak pengelola ternyata mengantongi izin resmi untuk kegiatan Usaha Arena Permainan yang dikemas dalam bentuk tebak angka dengan hadiah berupa sembako. 

Untuk diketahui dari hasil pemeriksaan dokumen perizinan penjualan kupon berhadiah ini telah mengantongi ijin berusaha yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dengan ijin sebagai arena permainan, yang dikelola oleh CV. Mutiara Arumy. Pengelola usaha tersebut mengakui jika mereka menghindari adanya praktek perjudian, namun tetap melakukan usaha tersebut dengan harapan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan ditengah kenaikan harga sembilan bahan pokok.(S-11)

BERITA TERKAIT