SIWALIMA.id > Berita
TKD Potong, Dirjen Keuangan Akui Maluku Alami Hambatan
Headline , Pemerintahan | Rabu, 10 Desember 2025 pukul 15:37 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Ke­menterian Keuangan Askolani mengakui, Provinsi Maluku yang didominasi pulau-pulau tentu mengalami ham­ba­tan dengan ada nya pemotongan transfer ke daerah (TKD)

Namun pemoto­ngan TKD itu, kata As­kolani, tidak boleh menjadi alasan bagi Pemda untuk berdiam diri sekadar menja­lan­kan rutinitas peme­rintah biasa saja, tanpa ada pem­bangunan.

Pasalnya, dengan adanya kebija­kan pemotongan TKD tentu ber­dampak pada begitu banyak program pemerintah daerah yang tidak mungkin dilakukan, karena keter­batasan anggaran untuk memba­ngun didaerah masing-masing.

“Tentunya Pemda di Maluku bisa me­manfaatkan program prioritas pe­merintah di pusat untuk men­dukung pembangunan di Maluku,” ujar Askolani kepada wartawan di Kantor Gubernur, Selasa (9/12) setelah melakukan rapat tertutup dengan kepala-kepala daerah se-Maluku.

Askolani bilang, belanja infra­struktur Pemerintah Pusat pada tahun 2026 nanti meningkat signi­fikan, dan mencapai 400 triliun. Artinya ada begitu banyak program-program pembangunan yang dige­lontorkan.

Program pembangunan terse­but bisa dimanfaatkan oleh Pemda baik provinsi maupun kabupaten dan kota dengan mengusulkan ke pusat seperti di Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Ke­menterian Pendidikan, Kemen­terian Kesehatan KKP dan kementerian lain.

“Sepanjang usulan itu sesuai de­ngan program prioritas di masing-masing kementerian maka bisa saja disupport oleh kementerian terkait ke Maluku,” bebernya.

Askolani pun meminta peme­rintah daerah baik provinsi, kabu­paten dan kota untuk lebih proaktif memperjuangkan program pem­ba­ngunan ke Pemerintah Pusat agar dapat diintervensi bagi kemajuan daerah

Kumpul Kepala Daerah 

Jelang akhir tahun anggaran 2025, Kementerian Keuangan mengumpulkan seluruh kepala dae­rah se Maluku guna memba­has persoalan keuangan daerah.

Pertemuan secara tertutup yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku dipimpin langsung Dirjen Perim­bangan Keuangan Daerah Ke­menterian Keuangan Askolani, Selasa (9/12).

Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut di­antaranya, Gubernur Hendrik Lewe­rissa, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Bupati SBT Fahri Alkatiri dan Wakil Walikota Tual, Amir Rumra.

Usai pertemuan, Askolani meng­ungkapkan pihaknya telah me­nyam­paikan kebijakan-kebijakan terkait dengan transfer ke daerah dan juga belanja pembangunan untuk wilayah nasional dan di Maluku.

Pemotongan TKD kata Askolani merupakan kebijakan yang berlaku secara nasional bukan hanya un­tuk daerah-daerah tertentu terma­suk Maluku artinya semua daerah di Indonesia merasakan dampak dari pemotongan TKD dimaksud.

Dikatakan Kementerian Keua­ngan memahaminya kondisi peme­rintah daerah pasca pemotongan TKD tersebut karena itu, sangat penting bagi Kemkeu untuk men­dengar langsung aspirasi dari pemerintah daerah di Maluku.

Kementerian Keuangan berke­pentingan untuk menyerap aspi­rasi dari para kepala daerah di Ma­luku guna menentukan kebijakan keuangan pemerintah daerah pada tahun-tahun mendatang.

“Kalau tidak ada masukan kita tidak tahu apa yang menjadi kebu­tuhan di daerah Maluku sehingga ini jadi bahan untuk menyusun kebijakan keuangan kedepan,” ucap Askolani kepada wartawan.

Menurutnya semua masukan dan saran terkait keuangan daerah yang disampaikan baik oleh Gubernur, walikota maupun bupati nantinya akan dilakukan review secara menyeluruh oleh pemerintah pusat.

Disamping mendengar aspi­rasi, Askolani juga mendorong pemerintah daerah agar adanya penguatan investasi, ekonomi ekspor dan impor, dukungan UMKM di Maluku dengan kolaborasi bersama Kanwil Kemenkeu Disni.

“Kami banyak mendapatkan masukan dari gubernur, bupati dan walikota bagaimana untuk bisa mengantisipasi persoalan APBD khususnya pembangunan di Maluku pada tahun 2026. Masukan ini bagus dan akan lihat kapasitas mungkin diadopsi di Kemenkeu maupun lintas kementerian,” tegas Askolani.(S-20)

BERITA TERKAIT