Menyikapi kondisi bangsa dan daerah yang diwarnai sejumlah peristiwa memprihatinkan dan dapat menganggu stabilitas keamanan dan ketertibkan, para pimpinan agama di Maluku serukan pesan damai.
Para pimpinan agama di Maluku bersama menyuarakan pesan damai baik Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas Maspaitella yang pada intinya meminta agar masyarakat menjaga komunikasi dalam semangat persaudaraan, menghindari salah paham, serta menyalurkan aspirasi dengan cara santun melalui dialog.
Jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari hawa nafsu, amarah yang tidak terkendali. Demokrasi ini mahal, dan kedaulatan adalah milik rakyat, maka layanilah masyarakat dengan sungguh-sungguh dan hati tulus ikhlas
Selain itu, mereka juga minta aparat TNI/Polri mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan, serta menegakkan hukum dengan adil dan transparan.
Mereka juga berharap tidak ada eskalasi yang meluas. Karena itu penting membangun ketahanan bersama, menjadikan Maluku pilar damai bagi bangsa dan negara Indonesia
Seruan Maluku tarus bikin bae dan basudara tarus bikin bae, juga diserukan lewat video yang disampaikan melalui berbagai platform media sosial maupun pesan-pesan whatsapp oleh Majelis Ulama Indonesia, Kakanwil Provinsi Maluku, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM Maluku, Keuskupan Diosis Amboina, Kodam XV/Pattimura, Kejaksaan Tinggi Maluku, Pengadilan Tinggi Ambon, Forkopimda, Tokoh agama, Ojol, dan OKP Cipayung Plus, TNI, Polri bersama OKP Cipayung Plus dan Ojol.
Sementara Polda Maluku, mengelar doa lintas Agama untuk keselamatan dan kedamaian bangsa Indonesia.
Dalam doa lintas agama tersebut para tokoh agama mendoakan keamanan, keselamatan dan kedamaian bangsa dan negara, terjalinnya toleransi, persatuan dan kesatuan.
Kita tentu saja sangat mendukung setiap penyampaian aspirasi yang disampaikan masyarakat, tetapi penyampaian aspirasi tetapi harus juga dilakukan dengan menghormati aturan hukum yang berlaku, dan aksi damai harus dilakukan secara tertib dan damai.
Disisi yang lain, penyampaian aspirasi juga harus menghindari isu-isu provokasi, isu-isu yang tidak benar, jangan sampai aksi penyampaian itu berunjung pada bentrokan antara masyarakat dengan aparat keamanan.
Mari kita tetap menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di Provinsi Maluku yang aman, dan damai. Jangan rusak kedamaian di negeri raja-raja yang sudah kita jaga dan dibangun dengan baik.
Mari kita saling bahu membahu menjaga hubungan persaudaraan yang ada. Maluku dan berharap seluruh elemen masyarakat dapat hidup damai, aman dan tentram. Sehingga energi yang dimiliki dapat digunakan untuk membangun Maluku, bukan untuk yang lain. (*)