SIWALIMA.id > Berita
Rendahnya Kualitas Pendidikan Maluku
Visi | Rabu, 10 Desember 2025 pukul 13:38 WIT

Kualitas pendidikan di Maluku masih rendah dan jauh dari standar rata-rata nasional, Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dengan stakeholder maupun lembaga-lembaga pendidikan.

Kualitas pendidikan yang masih berada dibawah rata-rata nasional juga diungkapkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa

Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, justru tahun 2025 dunia pendidikan di Maluku mengalami kemunduran yang luar biasa.

Kemunduran dunia pendidikan ini menjadi realita yang tidak perlu diperdebatkan, sebab memang faktanya mutu dan kualitas dunia pendidikan di Maluku masih dibawah rata-rata nasional.

Karena gubernur meminta perhatian serius dari semua elemen masyarakat untuk mambantu pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, dengan memastikan anak-anak sekolah memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk menambah ilmu 

Pemerintah Provinsi Maluku, kata Gubernur tentu tidak tinggal diam dengan kondisi dunia pendidikan di Maluku, dan sebaliknya akan terus mendorong agar ada perbaikan dalam dunia pendidikan di Maluku.

Kita tahu bersama Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku telah menempatkan peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas, tetapi tentu saja hal ini juga harus didukung dengan kolaborasi antara pemerintah dengan stakeholder lainnya di Maluku.

Dengan kerja kolaboratif antara semua pihak termasuk lembaga-lembaga yang konsen terhadap pendidikan di Maluku maka dengan gerakan bersama ini dunia pendidikan di Maluku akan meningkat.

Minimnya kualitas pendidikan di Maluku memang harus menjadi perhatian serius kita bersama, karena hal ini bisa ditandai dengan rendahnya mutu dibandingkan provinsi lain, kekurangan guru berkualitas terutama di daerah 3T yakni, tertinggal, terdepan dan terluar. Fasilita sekolah yang tidak merata hingga masalah kesejahteraan guru dan akses pendidikan di kepulauan terpencil. 

Selain itu, masih juga terdapat kekurangan guru terutama guru berstatus ASN, dan sulitnya merekrut guru berkualitas untuk daerah 3T. belum lagi infrastruktur tidak merata dimana masih terdapat banyak sekolah di daerah terpencil kekurangan ruang kelas, fasilitas dasar seperti meja-kursi, bahkan ada sekolah berbagi gedung.

Memang harus diakui kondisi kepulauan menyebabkan sulitnya pemerataan pendidikan dan akses ke sekolah layak, belum lagi hak-hak guru yang belum terpenuhi yang bisa menurunkan semangat dan motivasi para guru di wilayah 3T.

Disisi yang lain masih terjadinya ketimpangan yang signifikan antara Kota Ambon dengan daerah lain dalam hal jenjang pendidikan, sehingga keterbatasan ini menghambat terwujudnya pendidikan bermutu merata bagi semua anak di Maluku. 

Karena itu solusi yang dibutuhkan yaitu, penambahan jumlah guru secara signifikan, peningkatan kesejahteraan guru agar lebih termotivasi.

Berikutnya perlu kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak agar ada peningkatkan pendidikan, peningkatan infrastruktur penunjang pendidikan di seluruh wilayah. (*) 

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps