PELETAKAN batu pertama proyek pembangunan Blok Masela segera dilakukan. Diagendakan akan dilakukan pada 18 Januari 2026 mendatang.
Gubernur telah bertemu dengan Presiden Inpex Masela.LTD sebagai pengembang blok abadi Masela, dan menjelaskan terkait dengan progres pembangunan blok abadi Masela.
Rencana groundbreaking proyek yang akan memproduksi LNG 9,5 juta ton/tahun dengan investasi $20,9 miliar dan menyerap ribuan tenaga kerja.
INPEX Masela, LTD pemerintah daerah membantu perizinan yang dibutuhkan, namun wajib hukumnya mengakomodir anak-anak Maluku untuk bekerja di Blok Masela dengan presentase yang banyak.
Pemerintah Provinsi Maluku, tentu menyambut baik kepastian peletakan batu pertama pembangunan blok abadi Masela agar segera direalisasikan.
Jika pengem¬bangan blok abadi Masela berjalan sesuai dengan rencana pengemba-ngan atau plan of development maka dipastikan tahun 2009 akhir atau awal 2030 blok abadi Masela akan beroperasi secara komersial atau onstream.
Sikap tegas ini dilakukan sebagai bentuk upaya Pemerintah Daerah memastikan sumber daya alam migas di blok Masela harus memberikan dampak dan manfaat nyata kepada masyarakat di Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, sudah tegaskan kepada Inpex Masela akan membantu anda memberi ijin-izin dalam batas-batas kewenangan, termasuk izin penggunaan kawasan hutan dan sebagainya, tapi dengan catatan harus punya rencana yang jelas untuk perekrut¬men tenaga kerja lokal.
Gubernur tidak mau daerah ini menjadi daerah yang hanya dieksploitasi saja tapi tidak berdampak bagi masyarakat di Maluku.
Gubernur mengap¬resiasi progres realisasi Blok Masela yang akan memasuki fase Front-End Engineering Design (FEED).
Fase FEED merupakan tahap kru¬sial dalam siklus proyek, terutama dalam proyek rekayasa besar seperti konstruksi, manufaktur dan peng¬embangan produk.
Executive Pro¬ject Director INPEX Masela Ltd, Jarrad Blinco memastikan, dalam waktu dekat akan memulai fase Front-End Engineering Design (FEED) yang akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan proyek blok Masela.
Jarrad mengatakan Blok Abadi Masela merupakan proyek strategis yang sangat penting, baik bagi INPEX maupun Indonesia maka harus dipersiapkan secara magang apalagi lokasi proyek ini jauh dari pusat aktivitas utama sehingga pro¬yek ini membutuhkan perencanaan logistik dan teknis yang presisi.
Salah satunya adalah tantangan teknis dimana pipa harus melintasi Palung Tanimbar dengan kedalaman lebih dari 1.500 meter.
Selain itu Fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) yang akan dibangun juga merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia.
Kami akan menggunakan sistem Christmas Tree terbesar yang pernah diproduksi di Indonesia, serta menjadikan proyek ini sebagai yang pertama menerapkan teknologi subsea Christmas Tree CCS melalui sumur bawah laut. Ini mencerminkan skala dan kompleksitas proyek yang luar biasa,” bebernya.
INPEX meyakini bahwa proyek ini akan menjadi salah satu kontributor utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sehingga membutuhkan sinergi bersama semua stakeholder. (*)