DOBO, Siwalima.id - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mengusulkan anggaran untuk penanganan abrasi pantai ke Pemerintah Pusat senilai Rp 40 miliar.
“Usulan sudah disampaikan sejak tahun lalu, namun sampai saat ini belum terealisasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Berthy Imuly ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (10/3).
Ia mengaku berkaitan dengan bencana yang terjadi di Aceh dan sekitarnya, membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga BPBD Aru tidak bisa mengharapkan terlalu banyak sesuai dengan jumlah yang diusulkan.
“Ya, kita harapkan paling tidak seperti dari usulan anggaran tersebut bisa terealisasi sehingga dapat menjawab kebutuhan terkait dengan pembangunan talud pengaman pantai pada titik-titik di sepanjang pesisir dua desa,” katanya.
Menurutnya, dengan anggaran itu pihaknya berharap bisa menangani pembangunan talud di pesisir Desa Wangel dan Desa Durjela.
Abrasi yang terjadi pada Desember 2025 di dua desa tersebut, mengharuskan pemerintah bergerak cepat menangani agar tidak sampai ke pemukiman warga.
“Kami sangat berharap dari pemerintah pusat,” pintanya.
Pemerintah daerah lanjutnya bukan tidak mau menangani masalah ini namun kondisi keuangan tidak bisa mensuport pembangunan talud di dua desa tersebut.
“Keuangan daerah dengan kondisi efisiensi saat ini, tidak mampu untuk menjawab kebutuhan tersebut guna penanganan abrasi yang terjadi sepanjang pesisir,” tegasnya. (S-11)