SIWALIMA.id > Berita
Menunggu Pembangunan MIP
Visi | Kamis, 7 Agustus 2025 pukul 22:50 WIT

Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Terintegrasi membutuhkan lahan yang super luas maksimal 1.000 hektar.

MIP adalah sebuah proyek pelabuhan terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah Timur Indonesia, khususnya Maluku.

Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik, dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi

Setelah mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat, maka pemerintah Provinsi Maluku sudah harus menyiapkan berbagai kebutuhan guna realisasi Maluku Integrated Port.

Langkah pertama yang harus disiapkan adalah rencana tata ruang wilayah sebagai syarat utama dalam pengembangan proyek strategis nasional Maluku integrated port.

Selain tata ruang, menekankan pentingnya ketersediaan lahan yang nantinya digunakan sebagai lokasi pelabuhan terpadu dengan luas antara 900 – 1.000 hektar.

Pasalnya, pelabuhan yang akan rencanakan untuk dibangun ini merupakan pelabuhan yang lahannya harus mampu menampung perkembangan hingga 100 tahun kedepan, bukan hanya untuk lima atau sepuluh tahun saja.

Sebelumnya, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmad Pambudy memastikan, proyek strategis nasional Maluku Integrated Port tetap terealisasi.

Pambudy bilang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa merupakan gubernur yang paling intensif berkoordinasi dengan dirinya, guna realisasi proyek strategis nasional Maluku Integrated Port.

Menurutnya, Maluku Integrated Port merupakan salah satu dari tiga proyek strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat selama lima tahun kedepan.

Karena itu, realiasi terhadap proyek strategis nasional tersebut sudah pasti berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Pelabuhan terintegrasi sangat dibutuhkan oleh Maluku guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sebab untuk mengem­bangkan potensi Maluku, maka harus dilakukan secara terintegrasi.

Diketahui, MIP atau Pelabuhan Terpadu Maluku adalah sebuah proyek pelabuhan terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku. Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik, dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi.

Selain itu bisa dijadikan sebagai Pusat Distribusi Strategis, dimana MIP akan menjadi simpul logistik terpadu yang mempercepat arus barang ke seluruh wilayah Timur Indonesia termasuk peningkatan efisiensi, artinya dengan  sistem transportasi kapal RoRo (Roll-on/Roll-off), MIP diharapkan dapat mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya operasional.

Kemudian tujuannya juga untuk pengembangan wilayah, dimana lokasi MIP terletak di Waisarisa, Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, juga bertujuan untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru dan pemerataan penduduk.

Tentunya dibutuhkan dukungan pemerintah, karena proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029 dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Adapun dampak positif MIP, yakni untuk peningkatan ekonomi dimana MIP diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dengan menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, percepatan distribusi efisiensi distribusi barang akan mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan ketersediaan barang di pasar akan MIP akan memperkuat konektivitas maritim dan memperlancar arus barang dan jasa antar pulau di Maluku. (*)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps