SIWALIMA.id > Berita
Kebijakan Ubah Terminal Transit
Visi | Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 22:19 WIT

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena akan membentuk tim kajian mengubah terminal transit Passo menjadi Kantor Balai Kota

Gedung mangkrak yang manghabiskan hampir 60 miliar rupiah itu, bakal diubah dari desain awal menjadi Balai Kota Ambon.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena akan membentuk tim untuk melakukan pengkajian dari semua aspek untuk memindahkan Balai Kota ke Terminal Transit.

Menurut orang nomor satu di Kota Ambon, jauh hari sebelum disampaikan ke publik untuk menjadikan Gedung terbengkalai Terminal Transit Passo menjadi Balai Kota, telah dilakukan terlebih dahulu penilaian oleh Dinas PUPR Kota Ambon.

Tidak hanya membentuk tim, tetapi juga akan melibatkan Apersial untuk menilai berapa nilai aset atau gedung yang ada  saat ini, dan berapa nilai yang akan ditambah untuk menjadikan gedung terminal transit sebagai Balai Kota.

Selain itu, Pemerintah Kota juga akan mensinkronkan RT/RT dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) di tiga kecamatan yaitu Baguala, Leitimur selatan dan Nisaniwe.

Pengalihan balai Kota ke gedung Terminal Transit, setidaknya akan berdampak pada beberapa hal penting yakni kepadatan penduduk dan dapat mengatasi kemacetan.

Gedung ini sebelumnya mangkrak yang manghabiskan hampir 60 miliar rupiah itu, bakal diubah dari desain awal menjadi Balai Kota Ambon.

Salah satu ide awal dirancangnya Terminal Transit Passo adalah untuk mengurai kemacetan yang diperkirakan bakal bertambah dari waktu ke waktu. Kala itu, tahun 2007 Kota Ambon dipimpin oleh Walikota MJ Papilaja.

Sejumlah anggaran mulai dipersiapkan untuk mewujudkan mimpi Walikota Papilaja, membangun terminal transit yang ujungnya dapat mengurai kemacetan Kota Ambon.

Awalanya, progres terlihat cukup baik. Namun makin ke sini, makin tidak terlihat perkembangan yang berarti. Hingga berakhirnya pemerintahan Papilaja, proyek jumbo itu tak juga selesai.

Walikota baru, Richard Louhenapessy, kemudian menyuntik anggaran tambahan yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan proyek mercusuar itu.

Sejak era Papilaja hingga Walikota Louhenapessy, uang Pemerintah Kota Ambon yang ditanam di Terminal Transit berjumlah Rp44.737.028. 074.

Melihat gelagat pembangunannya tak bakalan selesai, pemerintah kota kemudian melobi pemerintah pusat, maka munculah anggaran tambahan sebesar Rp10.607.975. 000, yang dikucurkan secara berta­hap sejak tahun 2012 hingga 2015.

Jadi, total anggaran yang terpakai untuk proyek mangkrak itu berjumlah Rp55.344.985.074.

Kita berharap, langkah berani dari Walikota Ambon, Bodewin Wattimena ini didukung semua pihak, tetapi juga dilakukan pengkajian secara matang dari berbagai aspek, baik tata ruang wilayah, hukum maupun status lahan. (*)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps