AMBON, Siwalima.id - Isu rencana eksekusi lahan di Dusun Warasia, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, memicu aksi pemblokiran jalan oleh warga di ruas Jalan Jenderal Soedirman, Senin (20/4) malam.
Aksi yang disertai pembakaran ban bekas itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama Kota Ambon.
Massa yang didominasi Keluarga Hatala mulai berkumpul sekitar pukul 22.55 WIT, sebelum akhirnya menutup badan jalan dengan portal dan membakar ban di tengah ruas jalan pada pukul 22.59 WIT. Situasi sempat memanas hingga aparat gabungan TNI-Polri turun tangan mengendalikan keadaan.
Melalui langkah cepat dan pendekatan persuasif, aparat berhasil meredam potensi konflik yang lebih luas. Mediasi kemudian difasilitasi dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya PS Kasubdit 3 Sosbud Kompol M. Musaad, Raja Negeri Batu Merah Ali Hatala, Ketua Saniri Saleh Lebeharia, serta tokoh agama setempat.
Dalam mediasi tersebut, Raja Negeri Batu Merah Ali Hatala menyampaikan, hasil koordinasi dengan pihak kepolisian memastikan tidak ada agenda eksekusi lahan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pernyataan itu menjadi kunci meredanya ketegangan di lapangan.
Warga pun akhirnya sepakat membuka blokade dan membubarkan diri secara tertib. Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Soedirman berangsur normal, dan situasi kembali kondusif.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Jane Luhukay, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menegaskan, aparat langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan sekaligus koordinasi dengan masyarakat.
“Pemalangan sempat terjadi, namun melalui langkah preventif dan pendekatan persuasif, warga akhirnya membuka akses jalan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi serupa, mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat di Kota Ambon.(S-10)