AMBON, Siwalimanews – Gubernur MaluÂku, Hendrik LeÂweÂrissa memasÂtikan, bulan Juni mendatang peÂnyelesaian jemÂbaÂtan Dian Pulau-Tetoat di Kabupaten Maluku Tenggara akan tuntas dan segera diresmikan.
Penegasan ini diÂungÂkapkan gubernur keÂpada Siwalima meÂlaÂlui pesan whatsÂapp, Selasa (20/5), meÂrespon perÂminÂtaan Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun agar pemprov segera menyelesaikan jembaÂtan dimaksud.
HL sapaan akrab Gubernur Maluku ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku tidak menutup mata dari pekerjaan jembatan Dian Pulau-Tetoat yang sudah bertahun-tahun belum diselesaikan.
âPasca dilantik saya sudah panggil Kepala Dinas PU saat itu untuk segera menyelesaikan jembatan tersebut,â ujar gubernur.
Menurutnya, pekerjaan proyek pembangunan jembatan Dian Pulau-Tetoat secara teknis susah hampir selesai dan sedang dilakukan pekerjaan finishing.
Sedangkan pada sisi ruas jalannya sedang dilakukan hotmix dan ditargetkan pada bulan Juni 2025 mendatang jembatan tersebut dapat diresmikan..
âDirencanakan bulan depan sudah bisa diresmikan dan saya berharap, punya kesempatan untuk meresmikan jembatan Dian Pulau-Tetoat sebagai infrastruktur yang dibangun Pemerintah Provinsi yang dibangun di Kabupaten Maluku Tenggara,â harapnya.
Pemprov Diminta
Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun meminta Pemerintah Provinsi Maluku agar dapat menyelesaikan jembatan Dian Pulau-Tetoat.
Pasalnya, sejak 2015 lalu jembatan yang menghubungkan Desa Dian Pulau ke Desa Tetoat Kecamatan Hoat Sorbay belum juga selesai
Di Tahun 2024 lalu Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas PUPR Maluku telah berupaya menyelesaikan jembatan dengan menggunakan APBD.
Kepada wartawan di Bandara Pattimura, Senin (19/5) Hanubun mengaku telah meminta perhatian serius Gbernur Maluku, Hendrik Lewerissa terhadap jembatan Dian Pulau-Tetoat tersebut.
Kata Hanubun, memang pekerjaan jembatan Dian Pulau-Tetoat telah dilanjutkan Pemprov pada tahun 2024 lalu dan tahap selanjutnya dilakukan hotmix, namun sampai saat ini belum kunjung dituntaskan.
âKami minta pembangunan fisik yang belum diselesaikan oleh provinsi kurang lebih 10 tahun yakni pekerjaan jembatan Dian Pulau-Tetoat tolong selesaikanlah,â tegas Hanubun.
Menurutnya sangat disayangkan jika jembatan yang dibangun sejak 10 tahun silam tersebut belum juga tuntas, padahal keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat.
Tak hanya jembatan Dian Pulau-Tetoat, Hanubun juga menyinggung soal jembatan Rumadian-Dian Darat pada ruas jalan Langgur-Debut yang mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.
âJembatan ini memang kondisinya sudah rentan tapi tidak perhatian makanya dia menjadi ambruk dan belum ditangani sampai sekarang,â ujar Hanubun.
Hanubun juga meminta Pemprov memperhatikan ruas Jalan Ngurdu-Fako-Hollat-Ohoiraut di Kei Besar yang minim perhatian dari Pemerintah Provinsi.
Menurutnya selama ini penanganan ruas jalan milik provinsi tersebut lebih banyak dilakukan, Balai dan Pemerintah Kabupaten sementara Pemerintah Provinsi belum menunjukkan perhatian terhadap persoalan jalan itu.
âKami berharap proyek-proyek ini bisa segera dituntaskan di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa, sebab pembangunan sudah terlalu lama jadi kami minta perhatian dari Gubernur Maluku,â harapnya. (S-20)