AMBON, Siwalimanews – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku menyerahkan proses peÂngambilan jenazah almarhumah JAH ke polisi. Pengambilan paksa jenazah Covid-19 terjadi oleh keluarga almarÂhumah dari ruang peÂmulasaran jenazah di RSUD dr. M. Haulussy, Rabu (19/8) sekitar pukul 18.25 WIT.
âSoal pengambilan jenazah kita serahÂkan ke aparat kepolisian, karena mereÂka yang lebih tahu soal ini,â ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartaÂwan di kantor gubernur, Sabtu (22/8).
Dirinya mengaku saat kejadian meÂmang pihaknya sudah melakukan edukasi terlebih dahulu kepada pihak keluarga. âCuma katong paham keÂluarÂga dengan situasi seperti itu kita paham kondisi keluarga,â ujar Kasrul.
Dirinya juga membantah kalah kerja dari manajemen RSUD dr. M haulussy amburadul sehingga terjadi proses peÂngambilan jenazah untuk kedua kalinya.
âBeta kira teman-teman di RSUD suÂdah kerja maksimal, kadang-kadang keÂluarga inti yang sudah diberikan eduÂkasi ternyata ada pihak lain yang masuk, olehnya aparat sudah ditambah, namun terkait dengan masalah proses hukum pas ada di tangan polisi,â tegasnya.
Dan tambahnya setiap pasien yang masuk sebelum terjadi kematian sudah diberikan edukasi. âSaya berharap kejaÂdian seperti ini tidak terulang untuk ketiga kali,â harapnya.
Pengambilan Jenazah
Diberitakan sebelumnya, pengambiÂlan paksa jenazah Covid-19 kembali terjadi di Ambon. Kali ini keluarga almarÂhumah laÂngÂsung mengambil paksa jenazah dari ruang pulasaran jenazah di RSUD dr M HauÂlussy, Rabu (19/8) seÂkitar pukul 18.25 WIT.
Bahkan kasus pengambil jenazah secara paksa ini sempat viral di media sosial, dimana dalam video berdurasi 7 menit 55 detik itu terlihat pihak keluarÂga mendorong jenazah yang diketahui berinisial JAH ini dengan tempat tidur pasien milik rumah sakit dan ada keÂluarga lain yang telah menyediakan angkot Kudamati untuk mengangkut jenazah.
Namun angkot tersebut sempat ditaÂhan oleh beberapa anggota Brimob yang bertugas di RSUD, anggota ini minta kepada pihak keluarga untuk tidak melakukan hal seperti itu, namun pihak keluarga tetap ngotot untuk membawa pulang ibu mereka ke rumah duka.
Sempat terjadi adu mulut antara anggota Brimob dan keluarga, sehingga aparat keamanan terpaksa melepaskan mereka membawa jenazah almarhumah ke rumah duka di kawasan Farmasai atas. Hal ini dikeranakan masyarakat mulai berkerumun menyaksikan peristiwa itu.
Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Maluku Kasrul Selang yang dikonfirmasi Siwalima menjelaskan, almarhumah berinisial JAH (53) berjenis kelamin peÂrempuan ini masuk ke RSUD dr M Haulussy pada 14 Agustus, karena sakitnya menjuÂrus ke Covid-19 maka dilakukanlah tes swab.
Hasilnya sendiri positif, sehingga almarÂhumah tercatat sebagai pasien terkonfirÂmasi kasus 1416. Namun setelah menjaÂlani perawatan pada Rabu (19/8) pukul 12.30 WIT almarhumah meninggal dunia di ruang isolasi penanganan Covid RSUD dr. M. Haulussy Ambon.
Kasrul mengaku, sempat terjadi insiden pengambilan paksa jenazah oleh pihak keluarga sekitar pukul 18.25 WIT, yang kemudian keluarga membawa pulang jenazah ke rumah duka di kawasan Dusun Siwang seperti yang viral di media sosial.
Namun, setelah dilakukan mediasi dengan pihak keluarga oleh Kapolresta, Dandim dan Sekot serta Direktur RSUD dr M Haulussy dan Tim Gustu Maluku di rumah duka, keluarga akhirnya meneÂrimaÂnya dan jenazah kemudian dievakuasi kembali dari rumah duka ke RSUD. âSebelum dilakÂsanakan evakuasi jeÂnazah kembali ke RSUD, Pendeta dari Jemaat GPM setempat memimpin doa di rumah duka,â ujar Kasrul.
Usai didoakan di rumah duka lanjut Kasrul, jenazah kemudian dibawah dengan mobil jenazah kembali ke RSUD untuk dilakukan, proses pemularasaan jenazah almarhumah yang diawali dengan doa oleh pendeta dari Kanwil Kemenag Maluku dan disaksikan pihak keluarga.
Selanjutnya, pada pukul 01.40 WIT, jenazah dibawah menuju TPU Hunuth untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berjaÂlan dengan lancar, dimulai pada pukul 02.30 WIT dan disaksikan oleh pihak keÂluarga. âPemprov Maluku dan Kota Ambon serta Gugus Tugas Percepatan PenaÂnganan Covid-19 turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhumah ibu JAH. Semoga almarhumah mendapat tempat yang layak disisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,â ucap Kasrl. (S-39)