SIWALIMA.id > Berita
DPRD Maluku Desak INPEX Sosialisasi Kebutuhan Tenaga Kerja Masela
Parlamentaria DPRD Maluku , Suplemen | Kamis, 18 Juni 2026 pukul 14:52 WIT

ANGGOTA Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach men­desak pihak INPEX segera mela­kukan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat terkait kebu­tuhan tenaga kerja pada Proyek Abadi Masela.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, sosia­lisasi tersebut penting agar mas­yarakat, perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan vokasi dapat mengetahui secara pasti jenis te­naga kerja dan kompetensi yang dibu­tuhkan, baik pada tahap konstruksi maupun saat proyek memasuki masa produksi.

“Kita perlu tahu apakah yang dibutuhkan tukang las, tukang pipa, operator alat berat, teknisi, atau kom­petensi lainnya. Semua itu harus disampaikan sejak awal supaya masyarakat bisa mempersiapkan diri,” kata Noach kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/6).

Menurutnya, keterbukaan infor­masi mengenai kebutuhan tenaga kerja akan membantu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri migas.

Dengan mengetahui kebutuhan riil perusahaan sejak awal, lembaga pendidikan maupun balai pelatihan dapat menyusun program pembi­naan yang tepat sasaran sehingga tenaga kerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk terserap dalam proyek strategis nasional tersebut.

Selain sosialisasi, Noach juga menekankan pentingnya program pelatihan yang dibarengi dengan sertifikasi kompetensi yang diakui dan sesuai dengan kebutuhan operator proyek.

Ia mengingatkan agar pelatihan yang diberikan tidak sekadar meme­nuhi target program, tetapi benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

“Yang paling penting adalah serti­fi­kat kompetensi dan kesesuaian dengan kebutuhan pekerjaan. Ja­ngan sampai masyarakat sudah ikut pelatihan, tetapi kompetensinya ter­nyata tidak dibutuhkan saat proyek berjalan,” tegasnya.

Noach menilai, sertifikasi kom­petensi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah kebutuhan industri migas yang menuntut standar keahlian tertentu.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan operator proyek membangun koor­dinasi yang lebih baik untuk me­mastikan program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja Proyek Abadi Masela.

“Kalau kebutuhan tenaga kerja­nya sudah diketahui sejak awal, maka masyarakat bisa dipersiapkan dengan baik. Ini penting agar pe­luang kerja yang ada dapat diman­faatkan sebesar-besarnya oleh putra-putri daerah,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Proyek Abadi Masela tidak hanya menjadi investasi besar bagi Maluku, tetapi juga mampu membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat lokal melalui persiapan sumber daya ma­nusia yang matang dan terencana.

“Jangan sampai peluang besar ini tidak dimanfaatkan karena masya­rakat tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan peru­sahaan,” tandasnya. (S-26)

BERITA TERKAIT