ANGGOTA Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach mendesak pihak INPEX segera melakukan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat terkait kebutuhan tenaga kerja pada Proyek Abadi Masela.
Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, sosialisasi tersebut penting agar masyarakat, perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan vokasi dapat mengetahui secara pasti jenis tenaga kerja dan kompetensi yang dibutuhkan, baik pada tahap konstruksi maupun saat proyek memasuki masa produksi.
“Kita perlu tahu apakah yang dibutuhkan tukang las, tukang pipa, operator alat berat, teknisi, atau kompetensi lainnya. Semua itu harus disampaikan sejak awal supaya masyarakat bisa mempersiapkan diri,” kata Noach kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/6).
Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja akan membantu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri migas.
Dengan mengetahui kebutuhan riil perusahaan sejak awal, lembaga pendidikan maupun balai pelatihan dapat menyusun program pembinaan yang tepat sasaran sehingga tenaga kerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk terserap dalam proyek strategis nasional tersebut.
Selain sosialisasi, Noach juga menekankan pentingnya program pelatihan yang dibarengi dengan sertifikasi kompetensi yang diakui dan sesuai dengan kebutuhan operator proyek.
Ia mengingatkan agar pelatihan yang diberikan tidak sekadar memenuhi target program, tetapi benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.
“Yang paling penting adalah sertifikat kompetensi dan kesesuaian dengan kebutuhan pekerjaan. Jangan sampai masyarakat sudah ikut pelatihan, tetapi kompetensinya ternyata tidak dibutuhkan saat proyek berjalan,” tegasnya.
Noach menilai, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah kebutuhan industri migas yang menuntut standar keahlian tertentu.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan operator proyek membangun koordinasi yang lebih baik untuk memastikan program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja Proyek Abadi Masela.
“Kalau kebutuhan tenaga kerjanya sudah diketahui sejak awal, maka masyarakat bisa dipersiapkan dengan baik. Ini penting agar peluang kerja yang ada dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh putra-putri daerah,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Proyek Abadi Masela tidak hanya menjadi investasi besar bagi Maluku, tetapi juga mampu membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat lokal melalui persiapan sumber daya manusia yang matang dan terencana.
“Jangan sampai peluang besar ini tidak dimanfaatkan karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan,” tandasnya. (S-26)