AMBON, Siwalima.id - Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, mendesak Kapolda Maluku untuk segera mengusut tuntas dua kasus penganiayaan yang menimpa mahasiswa STAIN Ambon dan seorang warga di Kota Tual.
Desakan ini disampaikan, setelah Komisi I menggelar rapat dengar pendapat dengan Polda Maluku, BINDA Maluku, Kesbangpol dan keluarga korban dari kedua daerah tersebut.
Dimana dalam pertemuan itu, telah disepakati sejumlah langkah penting demi memastikan rasa aman masyarakat.
“Pertama, kami minta Kapolda Maluku untuk segera mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku, baik dalam kasus penganiayaan terhadap mahasiswa STAIN maupun peristiwa yang terjadi di Kota Tual ,” pinta Solichin kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, usai RDP, Kamis (27/11).
Selain itu, Komisi I juga mendorong peningkatan fasilitas keamanan di wilayah rawan.
“Kami minta gubernur, kapolda, dan walikota untuk selesaikan persoalan keamanan, termasuk masalah penerangan jalan umum, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pinta Solichin.
Ia menegaskan, perlunya pemasangan CCTV dan lampu jalan di titik-titik rawan konflik sebagai langkah pencegahan.
Sementara kepada keluarga korban dan seluruh pihak diminta untuk tetap bersabar dan menahan diri, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Kita percayakan penanganannya kepada polisi. Tujuan kita sama, yaitu menjaga Maluku tetap aman, damai, dan nyaman,” himbau Solichin.
Tidak hanya itu kata Solichin, Komisi I juga turut minta Pemprov Maluku melalui Kesbangpol untuk membentuk forum masyarakat dan pemuda di wilayah rawan, guna memperkuat komunikasi serta mencegah potensi konflik sosial.
“Forum ini kami dorong agar bisa turun langsung, mengumpulkan masyarakat dan keluarga korban, serta membangun kembali suasana rukun dan hidup bersama,” tutur Solichin. (S-26)