AMBON, Siwalimanews – Proses permintaan klaÂrifikasi terhadap saksi-saksi kasus dugaan koÂrupsi terminal transit PasÂso, Kecamatan BaÂguaÂla Kota Ambon taÂhun 2008-2009 selesai dilakukan BPKP Perwakilan MaÂluku.
Hasil pemeriksaan itu, sementara dirampungÂkan untuk audit pengÂhiÂtungan kerugian negara.
âHasil permintaan klaÂrifikasi terhadap sejumlah saksi sementara diramÂpungÂkan, untuk kepenÂtingan audit kerugian negara,â kata KorÂwas Investigasi BPKP Maluku, Afandi, kepada Siwalima Rabu (11/9).
Sementara Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette mengataÂkan, penyidik hanya menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara dari BPKP. âProses audit kan sudah dilaÂkuÂÂkan, makanya penyidik semenÂtaÂra meÂÂnungÂgu hasil auditnya untuk proÂses penyidikan selanjutnya,â ujarÂnya.
Periksa
Sejumlah saksi diperiksa tim Auditor BPKP Perwakilan Maluku terÂkait proyek gagal yang menguras anggaran lebih dari Rp 55 miliar itu.
Mereka yang diperiksa diantaraÂnya, Hairun Tuny selaku bendahara pengeluaran tahun 2008, bendahara pengeluaran tahun 2009, Dessy Nanci Margareth P, eks Kepala BaÂdan Pengelola Keuangan Pemkot Ambon, Maiseka Mozes dan direksi teknis lapangan, Melianus LatuiÂhamallo.
Tiga tersangka juga turut dipeÂriksa. Mereka adalah John Lucky Metubun selaku konsultan pengÂawas CV Intan Jaya Mandiri, Dirut PT Reminal Utama Sakti, Amir Gaos Latuconsina dan Angganoto Ura, PPTK proyek terminal transit Passo.
Selain ketiga tersangka, BPKP juga melakukan permintaan klarifiÂkasi terhadap John H Resoa, staf konsultan pengawas CV Jaya Intan Mandiri, tim audit Inspektorat PemÂkot Ambon Evergard Federik BerÂnad, Dirut PT Aloan Maisnyo SehÂguru Tuankotta dan Willem GasÂpersz selaku tenaga ahli dari Poltek Ambon. Â (S-49)