BULA, Siwalima.id - Jajaran Polsek Geser melaksanakan pertemuan strategis bersama Raja Negeri Kiltai, Abdul Rauf Kastela, beserta Saniri Negeri untuk membahas solusi permanen atas perselisihan yang melibatkan pemuda Negeri Kiltai dan pemuda Dusun Kampung Baru, Negeri Geser Kecamatan Seram Timur, di Balai Pertemuan Negeri Kiltai, Sabtu (7/3).
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Geser Iptu Mo Solissa, Ketua Saniri Madja Rumalutur, Imam Abdul Fatah Ubas, serta tokoh masyarakat. Agenda utama pertemuan ini adalah memitigasi konflik agar tidak meluas dan mengembalikan ketenangan di tengah masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan.
Dalam arahannya, Kapolsek Geser menekankan, kehadiran pihak kepolisian bukan untuk menghakimi salah satu pihak, melainkan sebagai fasilitator perdamaian. “Maksud kedatangan kami adalah untuk bersama-sama mencari solusi terbaik agar permasalahan ini tuntas dan tidak menimbulkan konflik baru. Kami ingin mendengar langsung masukan dari bapak Raja dan para tokoh Saniri agar tidak terjadi provokasi maupun miskomunikasi yang dapat memperkuh situasi,” tulis Kapolsek dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (7/3).
Ia juga mensyukuri, meski kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran, tidak ada korban jiwa. Kapolsek menyerahkan sepenuhnya teknis penyelesaian sanksi atau langkah adat kepada pemerintah negeri dan tokoh adat setempat demi menjaga marwah dan ketertiban masyarakat.
Merespons hal tersebut, Ketua Saniri Negeri Kiltai, Madja Rumalutur, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat pihak kepolisian dalam meredam situasi. la mengakui adanya kekeliruan kolektif dan mengajak warga untuk mengevaluasi diri.
la juga menegaskan komitmen masyarakat Negeri Kiltai untuk segera berkoordinasi dengan pihak Dusun Kampung Baru guna menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Pertemuan tersebut membuahkan beberapa poin kesepakatan penting guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah Seram Timur diantaranya, akan dilakukan pertemuan antara Raja Negeri Kiltai dan Raja Negeri Geser bersama perangkat Saniri kedua negeri untuk mencari jalan keluar secara kekeluargaan. (S-27)