SIWALIMA.id > Berita
676 Titik Pengamanan Nataru
Visi | Jumat, 19 Desember 2025 pukul 15:22 WIT

NATARU adalah singkatan dari Natal dan Tahun Baru, merujuk pada periode libur panjang di akhir Desember hingga awal Januari yang dinantikan banyak orang untuk liburan, mudik, berkumpul keluarga, atau wisata, di mana pemerintah biasanya mengatur cuti bersama dan pengamanan khusus. Periode ini identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat, persiapan acara keagamaan (Natal), perayaan pergantian tahun, serta antisipasi layanan transportasi dan publik yang lebih baik, bahkan seringkali ada posko khusus seperti Pos Pam Nataru. 

Disatu sisi, pengamanan Natal dan Tahun Baru adalah bahwa hal tersebut merupakan upaya penting dan kolaboratif lintas sektoral untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur.

Polda Maluku memastikan akan menggelar pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 selama 14 hari.

Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto mengatakan, Operasi Lilin dengan sandi Salawaku 2025 ini, akan berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam operasi ini, sebanyak 676 titik akan menjadi sasaran pengamanan. 

Sebanyak 2.403 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan 676 objek lokasi di seluruh wilayah Maluku. Objek pengamanan tersebut meliputi, gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga lokasi perayaan pergantian Tahun Baru. 

Ribuan personel yang dikerahkan ini urai kapolda, terdiri atas 250 personel Polda Maluku, 1.356 personel polres jajaran, serta 797 personel dari unsur TNI dan pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, Polda Maluku juga menyiapkan 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 8 pos terpadu guna mendukung kelancaran Operasi Lilin Salawaku 2025.

Tugas pihak keamanan bersama-sama untuk menjamin, bahwa kegiatan masyarakat, baik menjelang maupun sesudah Nataru, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” jelas kapolda. 

Aman berarti aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh gangguan kamtibmas, sementara lancar, dimaknai sebagai kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, sementara kondusif, berarti situasi secara keseluruhan mendukung aktivitas masyarakat secara produktif.

Menjelang perayaan Natal pada 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, Polda Maluku juga akan melaksanakan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) dengan melibatkan Polri, TNI, serta pemerintah daerah.

KRYD ini bertujuan untuk memastikan perayaan Nataru berjalan aman, lancar, dan kondusif.  Kapolda menegaskan, seluruh gereja tanpa terkecuali harus mendapatkan pengamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Tidak ada rumah ibadah pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru yang tidak dijaga. Metode pengamanan bisa melibatkan pamswakarsa, tetapi semua gereja harus diamankan.

Selain itu, kapolda juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat di Maluku yang didominasi penggunaan transportasi laut. Oleh karena itu, aspek keselamatan pelayaran menjadi fokus pengamanan. Kita harus melakukan pencegahan mulai dari pengecekan fasilitas keamanan dan keselamatan hingga proses pelayaran di laut. Apabila terjadi kecelakaan, kami harapkan dapat segera direspons. 

Kapolda mengaku, dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. 

Secara umum, upaya pengamanan Nataru dinilai sebagai operasi tahunan yang kompleks dan membutuhkan koordinasi matang dari berbagai pihak untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia. (*)

BERITA TERKAIT