SIWALIMA.id > Berita
Wamendagri Dukung Revitalisasi Benteng Victoria
Daerah , Headline | Senin, 20 Oktober 2025 pukul 23:13 WIT

AMBON, Siwlimanews – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mendukung penuh rencana Pemprov Mauku dan Pemkot Ambon melakukan revitalisasi Benteng Nieuw Victoria seba­gai pusat sejarah dan kebudayaan.

Pasalnya, Maluku dan Kota Ambon me­miliki modal besar be­rupa sejarah pan­jang dan keka­yaan budaya yang menjadi identitas dan karakter mas­yarakatnya.

“Kami mendukung penuh niat dan ikhtiar untuk menata kembali Benteng Victoria. Seperti pesan Bung Karno, ‘Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah’. Sejarah bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi nilai dan karakter bangsa,” tandas Wamendagri saat menghadiri pembukaan Festival Benteng Victoria 2025 di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (17/10) malam.

Ia megaku, telah mengunjungi 27 provinsi dan 100 kota/kabu­paten di seluruh Indonesia dan Ambon merupakan kota yang ke-100 dikunjungi dirinya dan kunju­ngan ini, membuatnya sangat ter­kesan dengan keindahan alam Maluku dan keragaman budayanya yang mempesona.

“Ada kota yang indah alamnya, ada yang kaya sumber daya dan ada yang punya sejarah luar biasa. Maluku dan Ambon adalah daerah yang modal utamanya justru sejarah dan kebudayaan,” tandas Wamendagri.

Pasalnya, kebudayaan merupa­kan sebuah fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa dan daerah, termasuk Maluku.

“Tidak ada bangsa yang besar di muka bumi ini tanpa peradaban dan kebudayaan yang kuat. Tidak ada kota yang maju tanpa budaya yang mempersatukan warganya,” tandas Wamendagri

Menurutnya, Ambon tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga karakter kuat yang terbentuk dari nilai-nilai budaya dan tradisi turun-temurun.

“Setiap manusia punya nama, tapi tidak semua manusia ber­ka­rakter. Setiap kota punya identitas, tapi tidak semua kota punya karak­ter. Saya yakin, Maluku dan Ambon bukan hanya sekadar nama, tetapi tentang karakter dan budaya yang luar biasa,” ucap Wamendagri.

Pada kesempatan itu, Wamen­dagri juga mengapresiasi langkah Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon serta Balai Pelestarian Kebu­dayaan Wilayah XX dalam meng­gelar festival ini, sehingga diha­rapkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih meriah dan mampu menarik wisatawan dalam negeri maupun manca ne­gara, sehingga berdampak lang­sung terhadap kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Semoga tahun depan lebih ra­mai dan lebih banyak wisatawan da­tang. Ujung-ujungnya, semua ini demi kesejahteraan warga Ma­luku dan Ambon,” tandas Wamen­dagri

Festival Ditutup

Festival Benteng Victoria 2025 resmi ditutup oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi di Lapanpan Merdeka, Kota Ambon, Sabtu (18/10) malam.

Wahyudi pada kesemepatan itu mengaku, festival ini sebagai ruang ekspresi kebangsaan dan penguatan ideologi Pancasila. Pasalnya, festival ini bukanlah se­ke­dar perayaan budaya, melainkan ruang ingatan kolektif, ruang eks­presi dan ruang afirmasi atas seja­rah keberagaman serta persatuan bangsa Indonesia.

“Festival ini merupakan ruang kolektif, ruang ekspresi dan ruang afirmasi, bahwa sejarah kebera­gaman dan persatuan kita pernah melewati masa-masa kelam, teta­pi juga menunjukkan bahwa kita mampu semangat Bhinneka Tu­nggal Ika,” ujarnya.

Festival Benteng Victoria menu­rutnya, menjadi sarana imple­men­tasi ideologi secara kontekstual, terutama di Ambon yang memiliki tradisi luhur pela gandong, sebuah ikatan persaudaraan dan persaha­batan yang melintasi batas agama, suku dan asal-usul untuk mencip­takan kebersamaan.

Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin M Wattimena mengata­kan, kegiatan yang digagas BPK Wilayah XX ini, memiliki makna penting bagi sejarah dan identitas budaya Kota Ambon.

“Festival Benteng Victoria tahun 2025 sangat banyak yang diting­galkan oleh catatan leluhur tentang sejarah perkembangan Kota Ambon. Kita juga punya warisan budaya yang mengembangkan kita hari ini, yaitu pengakuan bagi budaya Kota Ambon sebagai Ambon City of Music,” tandas walikota.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah menyele­nggarakan kegiatan ini. Pemkot akan berupaya agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung rutin setiap tahun, tidak hanya untuk menghibur warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan,” tandas walikota. (S-25)

BERITA TERKAIT