SIWALIMA.id > Berita
Walikota Sebut Miras dan Narkoba Tantangan Terberat
Daerah , Headline | Selasa, 9 Desember 2025 pukul 15:00 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut tentangan terberat di Kota Ambon saat ini adalah, masih banyak anak muda yang mengkonsumsi minuman keras hingga narkoba.

Dua hal inilah yang menjadi tantangan terberat bagi Pemkot Ambon yang mesti disikapi se­cara serius, jika ingin mewu­judkan visi besar negara saat ini adalah Indonesia emas di tahun 2045. 

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka seluruh elemen, baik pemerintah dan mas­yarakat harus memaksi­malkan peran dan fungsi masing-masing, termasuk tidak mudah karena berbagai tantangan ini harus disikapi dengans erius terlebih dahulu.

“Narkoba ini tantangan berat bagi kita, oleh karena itu peme­rintah dan seluruh elemen yang lain yang merasa berkepentingan harus bersatu dalam  melawan semua hal-hal ini. Miras, seks be­bas, narkoba dan lain-lain merupa­kan penyakit sosial  yang terus muncul, apalagi bagi kita di daerah perkotaan ini,” jelas walikota saat melantik pengurus Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Kota Ambon di aula Kantor Kecamatan Sirimau, Senin (8/12).

Menurut walikota, dalam setiap arahan presiden, para menteri, gubernur, bahkan kebijakan pemerintah kota hari ini, diarahkan untuk bagaimana memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memastikan, bahwa generasi muda bangsa bertumbuh berkembang dan mencapai generasi muda yang berkualitas di tahun 2045.

Hal ini agar, Kota Ambon tidak menjadi penonton di tahun 2045, namun Kota Ambon termasuk kota yang turut berkontribusi menyumbangkan generasi muda emasnya mengisi Indonesia emas 2045.

“Disamping itu dua hal tersebut, masih ada juga permasalahan lain seperti Kota Ambon terus berupaya untuk menekan stunting dan lain sebagainya,” tandas walikota.

Untuk mewujudkan hal itu, maka walikota berharap kepada para pengurus LANN Kota Ambon yang baru dilantik, dapat bekerja bersama dengan instansi-instansi terkait seperti BNN, Polri, TNI bahkan dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya, dalam upaya mencegah dan menekan peredaran narkoba.

“Saya berharap, LANN Kota Ambon mampu bekerja bersama untuk pastikan peredaran narkotika di kota ini bisa menurun,” pinta walikota.

Selain itu, walikota juga minta LANN untuk bekerja bersama pemerintah desa/negeri/kelurahan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Yang paling utama adalah, pemerintah juga harus menjadi contoh, bahwa benar-benar pemerintah bebas dari narkoba.

“Karena itu tahun depan nanti untuk raja/kades, kalau dana desanya cair, maka harus anggarkan untuk pemeriksaan narkoba kepada seluruh penyelenggara negara. bahkan pemkot juga melakukan hal yang sama, karena kita harus jadi contoh. Jadi walikota, wakil walikota, saya siap jadi orang pertama yang tes narkoba, sebab pemimpin harus bebas dari narkoba dulu baru bisa bicara soal bagaimana menjaga melindungi generasi muda di Kota Ambon,” tandas walikota.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Provinsi Maluku Brigjen Deni Dharmapala yang diwakili Kabid Rehabilitasi, Leo Simatupang mengaku, narkotika merupakan tin­dak kejahatan yang besar, ka­rena sudah bukan merupakan ke­jahatan ditingkat daerah maupun nasional, tetapi sudah masuk dalam kejahatan internasional.

Untuk itu, pentingnya partisipasi seluruh pihak, termasuk masya­rakat dalam upaya menekan per­edaran dan penyalahgunaan narkotika. 

Pengurus LANN juga diha­rapkan dapat berperan dalam menekan peredaran dan menekan pe­nyalah­gunaan narkotika di Kota Ambon.

“Semoga LANN dapat berperan aktif dalam mewujudkan Kota Ambon yang bersih dari Narkotika,” ucap Brigjen Dharmapala. (S-29)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps