SIWALIMA.id > Berita
Walikota Ajak Semua Pihak Bangun Sinergitas
Daerah , Headline | Selasa, 9 September 2025 pukul 23:52 WIT

AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengajak semua pihak terutama pe­mangku kepen­ti­ngan untuk mem­­bangun si­ner­gi­tas mem­bangun Kota Ambon.

Walikota juga mengajak se­luruh mas­yarakat untuk men­jadikan usia ke-450 tahun ini sebagai momentum refleksi dan rasa syukur.

“Kota ini ada karena kasih dan kemurahan Tuhan. Kita rayakan ini bukan hanya karena usia yang panjang, tapi karena keberanian, pengorbanan, dan kerja keras para leluhur tete-nene moyang kita, para pejuang, dan pemimpin terdahulu,” ujar Walikota dalam sambutannya dalam upacara HUT Kota Ambon ke 450 yang jatuh pada 7 September kemarin di Lapangan Merdeka, Senin (8/9).

Menurutnya, di tengah keberagaman masyarakat Ambon, Wattimena menekankan pentingnya merawat toleransi dan kerja sama. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen untuk secara bersama bekera untuk membangun Kota Ambon menjadi lebih baik.

“Dengan peringatan hari kejadian Kota Ambon, katong ambil tema Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku dengan Indonesia pung bae. Tema ini mengajak katong samua untuk tarus bergandeng tangan bangun Kota Ambon yang sama-sama katong cintai, “jelasnya.

Bergerak bersama par ambon pung bae, Kata Wattimena, bukan hanya sebuah tema tetapi mesti dimaknai sebagai tanggungawab bersama menjadikan kota Ambon menjadi lebih maju.

“Akang pung makna bahwa kemajuan kota ini hendaklah menjadi tanggungjawab katong samua sebagai warga kota. Kota ini tidak bisa dibangun hanya dengan karja satu tangan. Kota ini tidak bisa dibangun hanya dengan kerja satu orang. Tetapi kalau semua bergandengan tangan dan bekerja sesuaiugas dan fungsi. Saling baku keku, bukan baku kuku. Saling bekerjasama satu dengan yang lain. Mari Katong Samua Karja ‘Biking Kota Ambon Jadi Lebe Bae, “ajaknya.

Dijelaskan pula bahwa perayaan HUT ke-450 menjadi suatu yang indah sebab menjadi momen penting karena bertepatan dengan dimulainya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon 2025–2029.

Dokumen perencanaan tersebut mengusung visi besar: Ambon Manis, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan, yang diharapkan menjadi pondasi pembangunan kota selama lima tahun ke depan.

Untuk itu, Wattimena berulang kali mengajak semua warga Kota Ambon tanpa kecuali untuk ikut serta dalam mewujudkan visi tersebut.

“Kota ini terbuka untuk semua. Tak penting asal-usulmu, suku, agama, atau warna kulitmu. Kalau tinggal di Ambon, mari jadi orang Ambon. Kota ini harus kita jaga bersama, “serunya.

Walikota juga menyampaikan beberapa hal penting lainnya yakni agar semua komponen didaerah ini untuk kondusitivitas dan hindari Hoax dan fitnah yang pada akhirnya menggangu Kamtibmas di Kota Ambon.

Mantan Sekretaris DPRD Maluku itu juga berharap seluruh pemangku kepentingan di Kota Ambon, baik dari tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan, harus bangun sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Selalu waspada gangguan keamanan dan ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrim,”ingat Walikota.

Walikota juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, baik mahasiswa, ormas, LSM, OKP hingga TNI dan Polri yang telah berkontribusi untuk menjaga Kota Ambon.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri sudah jaga Ambon dengan baik. Terima kasih kepada seluruh Saniri di kota ini dan para Forkopimda jadi Mitra,”jelasnya.

Ia juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.

“Penghargaan setingi-tingginya, saya sampaikan kepada Gubernur Maluku dan Wagub untuk perhatian yang sangat besar dalam pembangunan di kota Ambon selama ini. Katong titip Maluku bagi bapak berdua. Jadi bapak dan contoh bagi kami anak-anak di Maluku, “tandasnya.

Sebelumnya memulai sambutan, walikota mengatakan, “Mari Biking Kota Ambon Jadi Lebe Bae’. Itulah sepenggal kalimat yang keluar dari mulut Upulatu Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Tidak hanya sebuah kalimat yang sekedar diucapkan. Tetapi merupakan sebuah komitmen untuk membangun Kota Ambon menjadi lebih maju, lebih baik, dan mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya.

Upacara HUT Kota Ambon, diawali dengan Penyerahan Pataka (Bendera Kebesaran Pemerintah Kota Ambon) yang diiringi tarian adat Cakarlele dengan. Para pembawa bendera berjumlah 7 orang dan pembawa kain gandong (Kain Adat) berjumlah 9 orang.

Menjadi simbol 7 September merupakan hari bersejarah lahirnya Kota Ambon. Iringan Cakarlele menjadi penyemangat sebelumnya diserahkannya Pataka kepada sang pemimpin Kota, Bodewin Wattimena.

Upacara HUT Kota yang baru dilaksanakan 8 September, dihadiri juga oleh orang nomor 1 dan 2 di Maluku, yaitu Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath.

Upulattu Kota Ambon, Bodewin Wattimena didampingi Inalatu, Lisa Wattimena. Juga hadir dalam upacara, Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, Wakil Walikota, Ely Toisuta, pimpinan Forkopimda TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Sekretais Kota, Robby Sapulette dan tam undangan lainnya.

Upacara itu berlangsung dengan dialeg daerah Ambon. Tidak hanya Dialeg, tapi pakaian yang digunakan juga pakaian adat Khas Kota Ambon.

Arthur Soselai, yang merupa­kan Plt. Kepala Bagian Organi­sasi dan Manajemen dipercaya sebagai Kapitan Upacara.

Refleksi

Kota Ambon memasuki usia ke-450 tahun atau 45 abat. Momentum ini diharapkan jadi bahan refleksi pemerintah Kota Ambon untuk setiap capaian maupun tantangan yang akan di hadapi kedepan.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela kepada wartawan di Ambon, Senin (8/9).

Menurutnya banyak capaian positif yang digapai Pemerintah Kota Ambon. Namun di tengah capaian tersebut banyak persoalan yang perlu diselesaikan guna kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul dalam rangka menyambut dan memperingati hari ulang tahun ke-450 Kota Ambon, momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk merefleksikan capaian yang telah diraih dan tantangan yang masih di hadapi.

karena itu saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh elemen masyarakat ,pemerintah dan stakeholder lainnya yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Ambon, “ungkap Tamaela.

Politisi partai NasDem ini mengatakan, momentum hari ulang tahun ini juga dapat diartikan sebagai penyemangat bagi Pemkot Ambon untuk terus berinovasi , berkreasi, dan bekerja keras demi kemajuan Kota Ambon.

Dalam memajukan Kota Ambon, lanjutnya, Pemkot tidak dapat bekerja sendiri, untuk itu perlu koordinasi dan kolaborasi dengan pihak lain untuk bersama bergo­tong royong membangun daerah.

“Saya yakin bahwa dengan kerjasama dan dedikasi kita semua ,Kota Ambon akan menjadi lebih baik dan sejahtera .Pemaknaan  itulah yang terkandung dalam tema HUT Kota Ambon tahun 2025 ini yaitu, “Bergerak Bersama , par Ambon, Maluku deng Indonesia pung bae”, semoga semangat kebersamaan, gotong royong yang terbingkai dalam hidup orang basudara, pela dan gandong terus menjadi landasan kita dalam membangun daerah ini, “pungkasnya. (S-10)

BERITA TERKAIT