AMBON, Siwalimanews –Â Walau tidak berÂfungsi sebagaiÂmana laiknya, maÂnajemen BaÂnk Maluku-Malut masih terus meÂlakukan pembaÂyaran sewa aplikasi, kepada vendor, PraÂweda Ciptakarsa InforÂmatika, setiap bulanÂnya.
Diketahui, layanan BI-Fast di bank milik daerah itu sudah tidak berfungsi sejak bulan April 2025, hingga saat ini.
Walau layanan tranÂsaksi antarbank real time tersebut tidak beroperasi normal, namun manajemen Bank Maluku-Malut masih mengeluarkan Rp38. 150.000 setiap bulan sebagai biaya sewa aplikasi kepada PraÂweda Ciptakarsa Informatika.
Sumber Siwalima yang ada di lantai 4 bank pelat merah itu meÂngaku heran atas sikap manajeÂmen yang terus melakukan pembaÂyaran fee vendor, walau nasabah tidak bisa menggunakan layanan berbiaya murah sebesar Rp. 2.500,-, tapi harus merogoh kocek sebesar Rp. 6.500,- per transaksi.
Sumber yang tak mau namanya dikorankan mengaku, sudah tujuh bulan layanan BI-Fast mandek, naÂmun tak digubris oleh maÂnajeÂmen. Padahal Divisi IT Bank Maluku-Malut paling sering melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.
Sumber tadi malah menuding, Kepala Divisi IT, Sukarno Padja diÂnilai sebagai pihak yang bertaÂnggung jawab terhadap permaÂsalahan ini, mengingat tim IT sering melakukan perjalanan dinas untuk berbagai kegiatan, namun ironisnya BI-Fast justru tidak mendapat perhatian serius untuk diselesaikan.
âPadahal mereka telah melaÂkukan rekrutmen tambahan empat personel di Divisi IT untuk memÂperkuat pemantauan sistem transaksi antarbank, termasuk BI-Fast. Namun masalah kecil seperti layanan BI-Fast aja, tak mampu ditangani,â kata sumber itu.
Sumber itu bersyukur media massa bisa membongkar persoaÂlan tersebut, karena sudah banyak nasabah yang mengeluhkan layaÂnan Bank Maluku-Malut yang tidak profesional.
âSudah 7 bulan tak pernah diÂurus. Beruntung media membongÂkar kinerja mereka yang asal-asaÂlan. Tak tahu apa saja yang mereka di Divisi IT kerjakan,â kesalnya.
Segera Aktif
Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, memastiÂkan layanan BI-Fast yang bermaÂsalah, akan diaktifkan kembali pada awal bulan November nanti.
Kepastian ini disampaikan SyahÂrisal, merespon keluhan nasabah terkait layanan BI-Fast yang tidak aktif selama lima bulan belakangan ini.
âMemang kami manyadari kalau ini bagian dari keresahaan nasaÂbah, tapi yang kami lakukan ini untuk memastikan keberlangsuÂngan dan keamanan bank dan nasabah,â ujar Syahrisal kepada Siwalima melalui telepon selulerÂnya, Selasa (14/10).
Syahrisal mengungkapkan, saat ini beberapa tahapan telah dilakukan internal Bank Maluku-Malut guna memastikan menorÂmallan kembali layanan BI-Fast, termasuk telah berproses untuk memastikan ketahanan dan keamanan sistem agar aman baik bagi bank dan nasabah.
Disamping itu, Bank Maluku-Malut terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap bebeÂrapa bank yang pernah dibobol pada saat Idul Fitri lalu dan juga terhadap bank-bank yang BI-Fast-nya baru dibuka bulan kemarin.
Hal ini bertujuan, untuk memastikan jalur koneksi transaksi aman, normal dan tidak ada indikasi hacker, sehingga menjadi dasar bagi Bank Maluku-Malut untuk membuka kembali layanan BI-Fast.
âMinggu ini kami akan minta BI untuk lakukan penetration test terhadap sistim kami yang sudah dilakukan penguatan disisi ketahanan cyber. Estimasinya di awal November kami buka kembali layanan BI-Fast,â janjinya.
Syahrisal mengaku, dua pekan ke depan, manajemen akan lakukan monitoring dan evaluasi secara intensif terhadap bank-bank yang baru membuka kembali layanan BI-Fast. (S-20)