SIWALIMA.id > Berita
Walau tak Berfungsi, Bank Maluku Terus Bayar Fee Vendor
Daerah , Headline | Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 23:36 WIT

AMBON, Siwalimanews – Walau tidak ber­fungsi sebagai­mana laiknya, ma­najemen Ba­nk Maluku-Malut masih terus me­lakukan pemba­yaran sewa aplikasi, kepada vendor, Pra­weda Ciptakarsa Infor­matika, setiap bulan­nya.

Diketahui, layanan BI-Fast di bank milik daerah itu sudah tidak berfungsi sejak bulan April 2025, hingga saat ini.

Walau layanan tran­saksi antarbank real time tersebut tidak beroperasi normal, namun manajemen Bank Maluku-Malut masih mengeluarkan Rp38. 150.000 setiap bulan sebagai biaya sewa aplikasi kepada Pra­weda Ciptakarsa Informatika.

Sumber Siwalima yang ada di lantai 4 bank pelat merah itu me­ngaku heran atas sikap manaje­men yang terus melakukan pemba­yaran fee vendor, walau nasabah tidak bisa menggunakan layanan berbiaya murah sebesar Rp. 2.500,-, tapi harus merogoh kocek sebesar Rp. 6.500,- per transaksi.

Sumber yang tak mau namanya dikorankan mengaku, sudah tujuh bulan layanan BI-Fast mandek, na­mun tak digubris oleh ma­naje­men. Padahal Divisi IT Bank Maluku-Malut paling sering melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Sumber tadi malah menuding, Kepala Divisi IT, Sukarno Padja di­nilai sebagai pihak yang berta­nggung jawab terhadap perma­salahan ini, mengingat tim IT sering melakukan perjalanan dinas untuk berbagai kegiatan, namun ironisnya BI-Fast justru tidak mendapat perhatian serius untuk diselesaikan.

“Padahal mereka telah mela­kukan rekrutmen tambahan empat personel di Divisi IT untuk mem­perkuat pemantauan sistem transaksi antarbank, termasuk BI-Fast. Namun masalah kecil seperti layanan BI-Fast aja, tak mampu ditangani,” kata sumber itu.

Sumber itu bersyukur media massa bisa membongkar persoa­lan tersebut, karena sudah banyak nasabah yang mengeluhkan laya­nan Bank Maluku-Malut yang tidak profesional.

“Sudah 7 bulan tak pernah di­urus. Beruntung media membong­kar kinerja mereka yang asal-asa­lan. Tak tahu apa saja yang mereka di Divisi IT kerjakan,” kesalnya.

Segera Aktif

Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, memasti­kan layanan BI-Fast yang berma­salah, akan diaktifkan kembali pada awal bulan November nanti.

Kepastian ini disampaikan Syah­risal, merespon keluhan nasabah terkait layanan BI-Fast yang tidak aktif selama lima bulan belakangan ini.

“Memang kami manyadari kalau ini bagian dari keresahaan nasa­bah, tapi yang kami lakukan ini untuk memastikan keberlangsu­ngan dan keamanan bank dan nasabah,” ujar Syahrisal kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, Selasa (14/10).

Syahrisal mengungkapkan, saat ini beberapa tahapan telah dilakukan internal Bank Maluku-Malut guna memastikan menor­mallan kembali layanan BI-Fast, termasuk telah berproses untuk  memastikan ketahanan dan keamanan sistem agar aman baik bagi bank dan nasabah.

Disamping itu, Bank Maluku-Malut terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap bebe­rapa bank yang pernah dibobol pada saat Idul Fitri lalu dan juga terhadap bank-bank yang BI-Fast-nya baru dibuka bulan kemarin.

Hal ini bertujuan, untuk memastikan jalur koneksi transaksi aman, normal dan tidak ada indikasi hacker, sehingga menjadi dasar bagi Bank Maluku-Malut untuk membuka kembali layanan BI-Fast.

“Minggu ini kami akan minta BI untuk lakukan penetration test terhadap sistim kami yang sudah dilakukan penguatan disisi ketahanan cyber. Estimasinya di awal November kami buka kembali layanan BI-Fast,” janjinya.

Syahrisal mengaku, dua pekan ke depan, manajemen akan lakukan monitoring dan evaluasi secara intensif terhadap bank-bank yang baru membuka kembali layanan BI-Fast. (S-20)

BERITA TERKAIT