SIWALIMA.id > Berita
Waduh! Kuras 1,5 M Kondisi Jalan Telaga Raja Retak
Daerah , Headline | Senin, 22 Desember 2025 pukul 16:30 WIT

AMBON, Siwalima.id - Proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Telaga Raja yang menguras anggaran Rp1,5 miliar mulai alami retakan

Padahal jalan tersebut baru selesai di­kerjakan, namun mengapa kondisi ja­lan mulai me­­nun­­juk­kan kerusakan berupa retak-retak pada la­pisan as­pal.

Data dan informasi yang diterima Siwalima dari warga setempat menyebutkan, proyek ini dikerjakan oleh CV Putra Rejeki dengan nilai pagu Rp1,554 miliar dan nilai kontrak Rp1,521 miliar.

Warga juga menyebut, Pejabat Pembuat Komitmen pada kegiatan tersebut adalah Wendy Sahusilawane dari Dinas PUPR Kota Ambon. 

Salah satu warga yang enggan nama­nya disebutkan mengung­kap­kan, kerusakan yang muncul diduga kuat akibat mutu pekerjaan yang ti­dak sesuai dengan spesi­fikasi teknis.

Warga itu menyebut, kualitas cam­puran aspal di lapangan di­duga bermasalah. 

“Kondisi aspal seperti ini karena kua­litasnya tidak bagus. Aspal terlihat hangus, tidak menggu­nakan abu batu, kadar aspal kurang, dan campuran di AMP tidak sesuai,”ungkap warga kepada Siwalima, Minggu (21/12).

Selanjutnya, warga itu menilai, kom­posisi material yang digu­nakan tidak mengikuti porsi sebagai­mana diatur dalam Spesifikasi Umum Bina Marga. Dimana kuali­tas agregat kelas A yang digunakan dalam pekerjaan tersebut, diduga tidak sesuai. 

“Agregat kelas A yang digunakan di lapangan kotor oleh lempung dan tidak memiliki bidang pecah sesuai spesifikasi umum Bina Marga,” katanya.

Menurut warga, jika kondisi ini tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, maka umur layanan jalan diperkirakan tidak akan bertahan lama.

Hal tersebut berpotensi menim­bulkan kerugian keuangan negara serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

PPK Akui

Sementara itu, PPK pada Dinas PUPR Kota Ambon, Wendy Sahu­silawane membenarkan kondisi ruas Jalan Telaga Raja yang me­ngalami keretakan pada lapisan permukaan aspal di sejumlah segmen jalan, meski baru selesai dikerjakan.

Dia menegaskan, pihaknya telah memerintahkan kontraktor Tely Nio untuk segera melakukan per­baikan. 

“Memang ada keretakan pada bagian permukaan. Itu sudah kami perintahkan kontraktor untuk segera melakukan perbaikan,” kata Wendy saat dikonfirmasi Siwalima melalui telepon seluler­nya, Minggu (21/12).

Menurutnya, apabila kontraktor tidak menindaklanjuti perbaikan ter­sebut, maka permohonan pem­ba­yaran pekerjaan tidak akan disetujui. 

“Kalau tidak dilakukan perbai­kan, berarti permohonan pembaya­ran itu saya tidak menyetujui,” tegasnya.

Selain persoalan retak aspal, Wendy juga mengakui adanya masalah pada material agregat kelas A yang digunakan disalah satu segmen pekerjaan.

Menurut dia, secara teknis agregat tersebut memiliki kandu­ngan lem­pung yang cukup tinggi, sehingga tidak memenuhi spesifikasi.

“Untuk kelas A itu memang saya akui, kelimpungannya cukup tinggi. Karena itu saya perintahkan untuk dicabut,” ujarnya.

Dia bilang, pihak kontraktor kemu­dian diminta untuk melaku­kan blending ulang material, serta mengganti agregat kelas A yang tidak sesuai dengan material baru yang memenuhi standar.

“Sudah saya suruh cabut kelas A-nya, kemudian blending ulang dan diganti dengan yang baru. Itu juga sudah kami dokumentasikan,” katanya disertai bukti foto pencabutan/penyemprotan. 

Ditambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari penga­wasan agar mutu pekerjaan tetap sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan negara.(S-25)

BERITA TERKAIT