SIWALIMA.id > Berita
Waduh! Dokter Spesialis RS GPM Bakal Mogok Kerja
Daerah , Headline | Rabu, 15 April 2026 pukul 14:17 WIT

AMBON, Siwalima.id - Hingga saat ini, sejumlah dokter spesialis belum mau memberikan pelayanan di ruang rawat inap dan poliklinik pada Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon milik Sinode GPM itu. 

Pasalnya, tuntutan para dokter spesialis ini belum dipenuhi oleh pihak Yayasan Kesehatan GPM maupun MPH Sinode GPM.

Kepada Siwalima, para dokter spesialis ini mengaku, sejak keresahan mereka dipublikasikan di media massa, pihak Yayasan bersama sang direktur kemudian menggelar rapat untuk menyikapi hal tersebut.

“Informasi yang kita dapat itu, setalah berita kita keluar di koran langsung mereka gelar rapat di Kantor Sinode untuk sikapi hal ini,” beber para dokter.

Setelah rapat itu menurut para dokter spesialis, pihak manajemen lang­sung diperintahkan untuk mem­bayar jasa para dokter spesialis. Namun sayangnya pembayaran jasa yang mereka berikan juga tidak sesuai tuntutan, sebab hanya 40 persen dari total jasa yang harus diterima para dokter.

Karena pembayaran jasa hanya diberikan 40% dr total jasa yang harus diterima, maka dokter-dokter spesialis memutuskan untuk tetap tidak melakukan pelayanan spe­sialis di ruang rawat inap maupun poliklinik.

“Jadi dari total yang harus bayar jasa kami para dokter spesialis itu sebesar 1,6 miliar lebih, mereka hanya bayar kepada kita sekitar ku­rang lebih Rp600 jutaan, sehingga masih tersisa Rp1 miliar lebih yang belum dibayarkan,” beber para dokter spesialis ini.

Para dokter sepsialis ini mene­gaskan, selama tuntutan mereka tidak dipenuhi oleg sang Direktur RS Sumber Hidup dr Thrifindana Abednego dan pihak manajemen, maka para dokter sepsialis ini tak akan memberikan pelayanan di RS Sumber Hidup.

“Tuntutan kami ini pertama, Pem­bayaran jasa harus sampai dengan bulan Febuari 2026, sebab pihak BPJS Kesehatan sudah membayar ke RS Sumber Hidup sampai dengan bulan Febuari 2026. Kedua, Kami para dokter spesialis tetap pada pendirian minta Direktur RS Sumber Hidup dr Thrifindana Abednego, harus diturunkan dan kembali bekerja dan fokus sebagai ASN di puskes­mas sesuai bidang tugasnya,” tegas para dokter spesialis dalam tuntutan mereka.

Para dokter spesialis ini meng­himbau kepada masyarakat bila ingin mendapatkan pelayanan selain penyakit dalam, jangan dulu ke RS Sumber Hidup, lebih baik ke rumah sakit lain dulu untuk sekarang ini.

“Kami himbau masyarakat yang hendak masuk RS Sumber Hidup, selain penyakit dalam, jangan dulu ke rumah sakit ini, sebab tak ada dokter spesialis untuk sementara waktu, dan disarankan lebih baik ke rumah sakit lain dalu,” himbau para dokter spesialis.

Terpisah, Plt Sekot Ambon Robby Sapulette yang dikonfirmasi Siwalima, Selasa (14/4) terkait dengan dr Thrifindana Abednego yang adalah ASN Pemkot Ambon yang bertugas di puskesmas masih menjalankan tugas sebagai Direktur RS Sumber Hidup dan menjadi salah satu biang kerok penyebab hingga 95 persen dokter s pesialis di RS ini menarik diri, apakah pemkot tetap membiar­kannya menjabat sebagai Plt Direktur dan mengabaikan tugas­nya di puskesmas? .

Namun sayangnya sekot yang tupoksinya sebagai pembina ASN pada Pemkot Ambon, memilih bung­kam dan menyarankan agar hal itu ditanyakan langsung ke walikota.

“Maaf nanti masalah ini tanya langsung saja ke pak wali yah,” ucap sekot.

Sikap sekot ini, menandakan ada ketakutan dari pejabat pemkot termasuk sekot untuk berbicara soal masalah RS Sumber Hidup, sebab RS ini merupakan milik Sinode GPM. 

Pelayanan Terancam

Sebelumnya diberitakan, sejumlah dokter spesialis yang selama ini bertugas di Rumah Sakit Sumber hidup akan menarik diri, dengan demikian pelayanan pada Rumah Sakit Sumber Hidup teran¬cam lumpuh.

Pasalnya, RS milik Sinode GPM ini yang memiliki tenaga dokter spesialis handal, 95 persennya akan menarik diri untuk sementara dari pelayanan di rumah sakit tersebut. Alasan penarikan diri ini dikarenakan pembayaran jasa tenaga dokter spesialis tidak jelas.

“Pembayaran jasa para dokter spesialis yang belum dibayarkan ini kurang lebih totalnya sekitar Rp1,6 miliar. Ini yang menjadi ala­san kami menarik diri untuk se­men­tara dan tidak berikan pela­yanan pada RS Sumber Hidup,” ungkap para dokter spesialis ini kepada Siwalima di Ambon, Rabu (8/4).

Menurut mereka, akibat jasa para dokter yang diabaikan oleh direktur dan manajemen RS Sumber Hidup, maka sejumlah dokter spesialis sebelumnya juga telah keluar dari rumah sakit ini, seperti dokter spesialis anastesi, dokter spesialis THT, dokter spe­sialis rehabilitasi medik, dokter spe­sialis Opskin/ Obgyn serta penata anastesi bahkan dokter lab. 

Para dokter spesialis ini juga keluar sebab pembayaran jasa dokter mereka 2-3 tahun itu molor terus,” jelas para dokter.

Menurut para dokter ini, semua kejadian yang terjadi di RS Sumber Hidup yang menyebabkan para dokter spesialis memilih menarik diri, lantaran Plt Direktur RS Sum­ber Hidup dr Thrifindana Abednego ini tak mampu mengelola keua­ngan dengan baik.

Bayangkan saja, sejak dirinya ditunjuk untuk memimpin RS Sumber Hidup sebagian besar dokter spesialis mengundurkan diri, lantaran masalah jasa dokter yang molor dibayarkan hingga miliaran rupiah, namun dirinya tak belajar dari pengalaman tersebut, sehingga terjadi lagi masalah yang sama, sehingga membuat sejumlah dokter spesialis kembali menarik diri mereka lagi. (S-06)

BERITA TERKAIT