AMBON, Siwalima.id - Program Makanan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik, usai ditemukan menu MBG di SMP Xaverius Ambon berisi belatung.
Mendapati informasi menu MBG berisi belatung kembali ditemukan, dan telah viral di media sosial, Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Mailuhu langsung turun melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab persoalan tersebut.
Mailuhu usai melakukan penelusuran menegaskan, pihaknya melakukan pengawasan lapangan di SPPG Ahusen, sebagai SPPG yang melayani suplay makanan di sekolah tersebut, serta berkoordinasi dengan pihak pengelola program, termasuk Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), yang juga turun memantau kondisi di lapangan.
“Setelah dilakukan pengecekan, ada indikasi persoalan berasal dari menu sayur yang disajikan. Menu yang diberikan saat itu terdiri dari kacang panjang, ikan, nasi putih, buah melon, dan tahu,” urai Mailuhu kepada wartawan di DPRD Kota Ambon, Selasa (10/3).
Menurut Mailuhu, pihak KPPG diminta untuk melakukan pengecekan kembali terhadap proses penyajian makanan, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Selain itu, Komisi II juga menerima sejumlah keluhan dari masyarakat terkait komposisi menu, khususnya pada menu kering yang dinilai kurang layak.
“Kita juga minta menu kering harus diperhatikan. Kami dapat laporan hanya berupa pisang coklat, ditambah pisang dua buah dan satu buah kurma. Hal seperti ini tentu harus menjadi perhatian serius karena nilai gizinya dipertanyakan,” tandas Mailuhu.
Tak hanya soal makanan kata Maailuhu, DPRD juga menyoroti fasilitas pendukung di lokasi layanan, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), untuk itu, pihaknya minta agar masalah tersebut segera diperbaiki agar tidak menimbulkan bau dan gangguan bagi lingkungan sekitar.
Pada SPPG Ahusen ini, dalam layanan program MBG ini, melayani sekitar 2.900 siswa dari beberapa sekolah. Namun keluhan yang mencuat hanya terjadi pada salah satu sekolah yakni SMP Xaverius.
“Program ini melayani sekitar lima sekolah dengan jumlah siswa hampir 2.900 orang. Tetapi keluhan yang muncul hanya dari satu sekolah. Hal ini tentu harus ditelusuri lebih lanjut,” pinta Mailuhu.
Mailuhu menegaskan, Komisi II DPRD Kota Ambon akan terus menjalankan fungsi pengawasan dengan berkoordinasi bersama pihak KPPG serta pihak sekolah, guna memastikan kualitas layanan bagi para penerima manfaat tetap terjaga.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan juga turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” janji Mailuhu.
Untuk diketahui, temuan belatung terjadi di SMP Xaverius Ambon, Senin (9/3). Temuan belatung ini diketahui, setelah sejumlah siswa yang hendak mengkonsumsi makanan, melihat sesuatu yang bergerak didalam makanan.
“Setelah dicek objek yang bergerak tersebut ternyata ulat atau belatung,” beber salah satu guru SMP Xaverius yang enggan namanya dipublikasikan saat ditemui Siwalima, Selasa (10/3).
Temuan belatung itu menurutnya, diduga muncul dari sayuran yang terlihat seperti tidak layak untuk dikonsumsi.
Bahkan, kondisi makan yang tiba di sekolah juga dalam kondisi hampir tak layak dikonsumsi, sehingga pihak sekolah mengambil inisiatif untuk mengembalikan makanan tersebut.
“Kejadiannya saat Baru mau makan kayaknya muncul dari kacang panjang. Kondisi makanan juga memang hampir basi, sehingga kita minta langsung dikembalikan, belum lagi temuan ulat tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak ada siswa yang terdampak sakit ataupun keracunan dalam insiden tersebut, lantaran menu MBG nya langsung dikembalikan sebelum dikonsumsi oleh para siswa.(S-10)