AMBON, Siwalima.id - Kerja yang ditunjukan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdulah Vanath dalam setahun terakhir berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Maluku sebesar 0,15 atau 5,80 persen.
Badan Pusat Statistik juga mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 67,84 persen
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2026 sebanyak 1.009.110 orang, naik 18.476 orang dibanding Februari 2025. Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik sebesar 0,27 persen poin.
“Penduduk yang bekerja sebanyak 950.552 orang, naik sebanyak 18.885 orang dari Februari 2025,” terang Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam rilisnya kepada Siwalima, Minggu (10/5).
Ia menjelaskan, lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah kategori pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 326.993 orang.
“Sebanyak 622.836 orang (65,52 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 2,89 persen poin dibanding Februari 2025, ungkapnya.
Sedangkan untuk persentase pekerja paruh waktu mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2025, dan persentase setengah penganggur mengalami penurunan sebesar 0,75 persen poin pada periode yang sama.
“Secara umum?tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2026 sebesar 5,80 persen, turun sebesar 0,15 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025,” tandasnya.
Ekonomi Tumbuh 5,6 Persen
Badan Pusat Statistic juga mencatat ekonomi Maluku triwulan I tahun 2026 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,16 persen.
Pada sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori penyediaan akomodasi dan makan minum 18,89 persen. Sedangkan pada sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen impor luar negeri yang tumbuh sebesar 52,13 persen.
Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia menjelaskan perekonomian Maluku berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2026 mencapai Rp 17,15 triliun dan atas harga konstan 2010 mencapai 9,87 triliun rupiah.
Dijelaskan kontraksi pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dan hanya beberapa saja yang tumbuh positif dibandingkan triwulan sebelumnya.
Dimana lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian, kehutanan dan perikanan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi dan real estate.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum 2,97 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 0,76 persen.
Selanjutnya lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 0,09 persen dan lapangan usaha real estate sebesar 0,08 persen.
“Ekonomi Maluku triwulan I 2026 kalau dibanding dengan triwulan I tahun 2025 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,16 persen,” ujarnya.
Pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,89 %, jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,02 % dan jasa perusahaan sebesar 8,43 %.
Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 dibanding kumulatif triwulan I tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,16 persen (c-to-c).
“Pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,89 %,” ujarnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat (5/5).
Sementara jasa keuangan dan asuransi tubuh sebesar 9,02 % dan jasa perusahaan sebesar 8,43 %. (S-09)