SIWALIMA.id > Berita
Waduh! Harga Cabai di Ambon 100 Ribu Per Kilo
Ekonomi | Jumat, 26 Juni 2026 pukul 15:45 WIT

AMBON, Siwalima.id - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon yang sempat turun di kisaran Rp 60-75 ribu/kg, kini kembali mengalami kenaikan ke angka Rp 100 ribu/kg.

Padahal Pemerintah Kota Ambon, memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat masih tetap aman dan mencukupi.

Kadis Perindag Kota Ambon, Herman Tetelepta me­ngaku, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga sejumlah komoditas stra­tegis masih berfluktuasi, terutama cabai dan daging sapi yang dipengaruhi faktor musim serta biaya distribusi.

“Untuk komoditas sayuran dan bumbu dapur, harga cabai rawit saat ini berkisar antara Rp 80-100 ribu/kg. Sementara cabai keriting, dijual pada kisaran Rp 90-100 ribu/kg,” ungkap Tetelepta kepada Si­walima di Balai Kota, Kamis (25/6).

Sementara untuk harga bawang merah kata Tetelepta, berada di­angka Rp 60 hingga 70 ribu/kg, ba­wang putih Rp 45 hingga 50 ribu/kg dan tomat Rp 30 hingga 40 ribu/kg. Untuk sayuran hijau seperti sawi, kangkung, dan bayam, dijual de­ngan harga Rp 15 -hingga 20 ribu/ikat.

Untuk kebutuhan pokok utama se­perti, beras harganya masih re­la­tif stabil pada kisaran Rp13.500 hingga 18.000/kg, minyak goreng Rp15.700 hingga 24 ribu/liter, gula pasir Rp 19.000 hingga 24 ribu/kg, serta tepung terigu Rp 12.000 hingga 15 ribu/kg.  “Kalau untuk telur ayam harga­nya masih berki­sar antara Rp 28.800-Rp33.600/rak,” urai Tetelepta.

Lebih lanjut Tetelepta mengu­raikan, pada kelompok ikan dan daging, ikan layang dijual Rp 20 hingga 30 ribu/tumpuk, ikan caka­lang Rp 25 hingga 40 ribu/ekor, daging ayam ras Rp 44 hingga 46 ribu/kg, ayam kampung Rp 60 hingga 75 ribu/kg dan daging sapi Rp 125 hingga 130 ribu/kg.

Secara umum, kondisi pasokan kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Ambon masih terjaga dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang.

“Secara umum ketersediaan barang di pasar masih tercukupi. Harga cabai dan daging sapi masih berada di kisaran tinggi mengingat faktor musim dan biaya pengiriman. Sementara beras, minyak goreng dan gula cenderung stabil. Kami terus memantau per­ge­rakan harga agar tetap terjang­kau dan mendorong pa­sokan ma­suk secara lancar,” janji Tetelepta.

Disperindag Kota Ambon kata Tetelepta, akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, guna menjaga stabilitas pasar serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap ter­penuhi.(S-30)

BERITA TERKAIT