AMBON, Siwalimanews – Tiga petinggi daerah di Maluku muÂlai duduk bersama membahas penerÂtiban penertiban kawasan penambaÂngan emas ilegal di Gunung Botak di Kabupaten Buru.
Ketiga petinggi tersebut masing-masing gubernur, kapolda dan PangÂdam XV Pattimura juga dihadiri Danrem 151 Binaiya, Kabinda Maluku, Bupati Buru dan 10 koperasi peneriÂmaan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, merupakan tindaklanjut dari surat gubernur beberapa waktu lalu, terkait permohonan penertiban kawasan pertambangan gunung boÂtak. Pertemuan itu juga merupakan langkah awal untuk menyatukan persepsi terkait meknisme penertiban.
âJadi yang paling pertama, adalah penertiban terhadap penambangan emas tanpa izin atau PETI,â jelas Juru bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (9/7).
Menurut Kasrul, ketiga petinggi daeÂrah ini serta semua tokoh sepaÂkat, bahwa negara harus hadir dalam meÂnerÂtibkan kegiatan apapun yang berÂsiÂfat ilegal. Untuk pembersihan GuÂnung BoÂtak, ujung tombaknya berada di kepolisian, sementara pemda dan TNI hanya membackup, termasuk duÂkungan dari Bupati Buru Ikram Umasugi.
âKami harapkan semua stakeholder memberi dukungan positif untuk rencana penertiban ini sesuai dengan peran masing-masing, baik bupati bahkan 10 koperasi harus membantu pemerintah, TNI dan Polri melakukan penertiban,â tutur Kasrul.
Terkait dengan adanya oknum aparat yang membacking aktivitas ilegal ini, Kasrul menegaskan, KapolÂda dan Pangdam sepakat akan meninÂdak oknum-oknum tersebut.
Pertemuan petinggi daerah MaluÂku tersebut lanjut Kasrul, juga meÂngecek kelengkapan administrasi, mengingat ada 4 dari 10 koperasi yang belum selesai mengurus admiÂnistrasinya di aplikasi Minerba One Data Indonesia (MODI).
âKalau ini sudah, maka secara simultan akan berbicara lagi lebih teknis tentang penertiban di daerah Gunung Botak dan kita sudah bahas juga oknum-oknum yang membacÂking dalam penertiban ini harus ditindak juga,â tandas Kasrul.
Sementara terkait waktu penerÂtiban, Kasrul mengaku, untuk wakÂtunya akan ditentukan dalam rapat teknis yang akan dilakukan dalam waktu dekat nanti. (S-20)