SIWALIMA.id > Berita
Realisasi Program MBG di Maluku Masih Minim
Daerah , Headline | Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 00:00 WIT

AMBON, Siwalimanews – Realiasasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa dan siswi di Provinsi Maluku masih minim, jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan.

Pasal­nya, me­ma­suki bulan Sep-tember 2025 ini, total sera­pan program MBG di Maluku sebanyak 75.955 dan baru menyasar 71.945 siswa-siswi dari total siswa di Maluku sebanyak 420.333 siswa, sesuai data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

71.945 siswa yang telah menerima manfaat MBG ini, diantaranya PAUD 2.740 siswa, Raudhatul Athfal 254 siswa, TK 3.299 siswa, SD 33.115 siswa, Madrasah Ibtidayah 1.349 siswa, SMP 12.990 siswa, Madra­sah Tsanawiyah 2.058 siswa, SMA 11.605 siswa, SMK 3.636 siswa, Madrasah Aliyah 1.354 dan Se­kolah Luar Biasa 209 siswa serta pondok pesantren 336 siswa.

Sementara sisa penerima man­faat program MBG sebanyak 4.010 orang ini, terdiri dari balita 2.426 anak, dan 224 ibu hamil serta 342 ibu menyusui.

“Sampai dengan minggu ini ber­dasarkan data dari Satuan Pela­yanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  sebanyak 75.955 orang telah menerima manfaat MBG, mulai dari anak sekolah, balita hingga ibu menyusui,” jelas juru bicara Pemerintah Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada Siwalima di Kantor Gubernur,  Rabu (27/8).

Kasrul mengaku, sampai de­ngan saat ini, masih terdapat empat kabupaten di Maluku yang belum memiliki SPPG yakni, Kabu­paten Seram Bagian Timur, Kabu­paten Aru, Kabupaten Tanimbar dan Kabupaten Buru.

Sedangkan untuk tujuh daerah lain sudah memiliki SPPG dengan rincian, Kota Ambon 7 SPPG, Ma­luku Tengah 4 SPPG, Seram Bagian Barat 5 SPPG, Buru Selatan 2 SPPG, Kota Tual 1 SPPG, Maluku Tenggara 1 SPPG dan Maluku Barat Daya 1 SPPG.

“Kita masih kurang empat kabu­paten yang belum memiliki SPPG makanya untuk empat daerah ini belum jalan makan bergizi,” ujar Kasrul.

Kendati demikian, Kasrul me­mas­tikan, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pem­da empat kabupaten tersebut agar ada percepatan penyiapan tempat untuk SPPG.

Bahkan saat ini Pemprov Maluku juga, terus mematangkan penyia­pan lahan bagi pembangunan SPPG.

“Kebijakan dari Badan Gizi me­ngalokasikan tambahan SPPG untuk dikelola provinsi dan dua dikelola masing-masing kabu­paten/kota. Kita berharap, proses ini berjalan cepat agar realisasi MBG di Maluku dapat berjalan maksimal,” harap Kasrul.

DPD Harap Pantau MBG di Ambon

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung berharap, program MBG segera dirasakan seluruh siswa di Provinsi Maluku.

Harapan ini disampaikan Tamsil saat meninjau langsung pembe­rian MBG di SMP Negeri 15 Hative Besar, Kota Ambon, Selasa (26/8).

Di sela-sela peninjauan itu Tam­sil mengatakan, MBG merupakan program strategis nasional diba­wah pemerintahan Presiden Pra­bowo Subianto yang harus di­sukseskan oleh seluruh jajaran pemerintahan.

“Presiden Prabowo menyampai­kan kepada kita semua agar setiap kunjungan ke daerah harus me­ngecek langsung realisasi program MBG,” ucap Tamsil.

Tamsil mengaku, program MBG yang dicetus presiden harus dinikmati oleh semua siswa, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk bayi dan ibu hamil di seluruh pelosok daerah Maluku.

Karena itu, bagi daerah-daerah yang belum mendapatkan manfaat MBG, agar program yang bertujuan untuk memperbaiki gizi generasi Indonesia dapat di realisasikan dengan baik.

Apalagi, pemerintah pusat me­ngalokasikan anggaran yang cu­kup besar bagi program ini, di­ma­na pada tahun 2026 nanti anggaran MBG mencapai Rp330 triliun. “Tahun depan itu anggaran MBG itu capai Rp330 triliun, maka kita ber­harap Maluku dapat menikmati pro­gram ini dengan baik,” ucap Tamsil.

Dalam kunjungan tersebut, Tamsil mengaku kaget dengan realisasi ini, sebab program MBG di SMP Negeri 15 Ambon telah berlangsung sejak 7 Januari 2025.

“Ini capaian gubernur dan Walikota Ambon karena sudah berjalan sejak awal Januari. Kita berharap program MBG ini dapat berjalan dengan baik untuk perbaikan gizi anak-anak Indonesia,” cetus Tamsil.(S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps