AMBON, Siwalima.id - Jalan milik Pemerintah Provinsi Maluku sepanjang kurang lebih 196.953 kilometer saat ini, berada pada kategori rusak berat dan membutuhkan penanganan serius.
Kondisi kerusakan jalan milik provinsi ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Maluku, Hengky Tamtelahitu kepada Siwalima di Ambon, Rabu (25/3).
Menurutnya, dari sisi pengerasan, kondisi jalan milik pemprov yang masuk ketegori mantap sepanjang 426.577 km atau 60.87 persen sedangkan 274.173 km atau 39.13 persen berada pada kondisi tidak mantap.
“Dari jumlah jalan kita itu sepanjang 700.75 km itu memang yang sudah mantap 426.577 km dan sisanya tidak mantap,” beber Hengky.
Sementara dari sisi kondisi rinci Hengky, sebanyak 222.357 km jalan atau 31.73 persen dalam kondisi baik 204.22 km atau 29.14 persen dalam kondisi sedang, 77.22 km atau 11.02 persen dalam kondisi rusak ringan dan 196.953 km atau 28.11 persen dalam kondisi rusak berat.
Ruas-ruas jalan milik provinsi yang mengalami rusak berat sesuai data Bidang Bina Marga tersebut, secara umum tersebar di beberapa kabupaten/kota dengan jarak kerusakan yang bervariasi.
Belum dilakukan penanganan terhadap ruas-ruas jalan provinsi yang rusak berat ini, dikarenakan kondisi keuangan daerah saat ini yang cukup sulit, sehingga Dinas PUPR tidak dapat melakukan penanganan.
“Kita harus jujur juga, bahwa kondisi keuangan daerah yang saat ini terpotong membuat kita tidak dapat bebas melakukan penanganan terhadap ruas-ruas jalan itu,” tandas Hengky.
Terhadap kondisi kerusakan ruas-ruas jalan provinsi ini lanjut Hengky, menjadi alasan kuat Pemprov Maluku untuk berupaya mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur dan jika disetujui, maka sebagian besar ruas jalan tersebut dapat ditangani.
Semua upaya yang dilakukan, menunjukkan pemprov dibawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa selaku gubernur, tidak pernah menutup mata atas kondisi infrastruktur jalan milik provinsi yang rusak berat.
“Kita terus berupaya mencari solusi untuk menangani jalan yang rusak berat, salah satunya dengan mengajukan pinjaman. Jadi kita minta masyarakat bersabar karena pemerintah tidak tutup mata dengan kondisi yang ada,” janji Hengky.(S-20)