SIWALIMA.id > Berita
Program Manggurebe Biking Bae Rumah Tetap Berlanjut
Daerah , Headline | Senin, 8 Juni 2026 pukul 14:25 WIT

AMBON, Siwalima.id - Setelah sukses menyelesaikan 204 unit rumah warga kurang mampu di tahun 2025, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa kembali melanjutkan program unggulan manggurebe biking bae rumah.

Gubernur mengaku, walaupun ditengah kondisi keuangan daerah saat ini, pi­haknya tetap memastikan program pemerintah provinsi berupa mang­gurebe biking bae rumah yang ber­dampak nyata bagi masyarakat kurang mampu tetap berjalan.

Pasalnya, banyak warga Maluku yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, karena itu sejak dilantik menjadi gubernur, dirinya berko­mitmen untuk secara bertahap memperbaiki rumah-rumah terse­but, disamping adanya program pemerintah pusat terkait Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS.

“Untuk program BSPS ditahun ini kita dapat jatah 7.237 unit rumah, tapi tidak sampai disitu, pemprov tetap melanjutkan program mang­gurebe bikin bae rumah dan untuk tahun ini sebanyak 210 unit ru­mah,” ucap gubernur kepada Siwa­lima melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6).

Sebagai gubernur, dirinya ingin menambah kuota menjadi 300 unit, namun dengan memper­hati­kan kemampuan keuangan yang tersedia, maka untuk tahun 2026 ini, pemprov hanya mampu membangun 210 unit.

Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan talud penahanan ombak, tentu sangat penting, namun jauh lebih penting justru membantu warga kurang mampu untuk mendapatkan rumah yang layak huni.

“Andaikan kita punya anggaran yang lebih, tentu saya ingin lebih ba­nyak lagi rumah tidak layak huni yang kita tangani dengan program ini, namun bagi kami yang penting seti­ap tahun selama masa kepe­mim­pinan saya akan ada banyak rumah yang kita tangani,” janji gubernur.

Pemprov kata gubernur, menem­patkan peningkatan akses terha­dap hunian layak, aman dan ber­kelanjutan sebagai bagian penting dalam strategi pengurangan kemiskinan dan peningkatan ke­sejahteraan masyarakat.

Untuk itu, dipastikan, program ini di tahun 2026, akan menyasar warga kurang mampu dengan sasaran penerima berdasarkan Data Terpa­du Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta hasil verfikasi lapangan yang dilakukan secara komprhensif oleh Dinas PKP.

Serahkan Rumah 

Sebelumnya diberitakan, seba­nyak 15 unit rumah yang dibangun melalui program Manggurebe Biking Bae Rumah tahun anggaran 2025 di Kecamatan Leihitu, dires­mikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Jumat (5/6).

Peresmian sekaligus penye­rahan rumah secara simbolis ini, berlangsung di Desa Hila dengan penerima manfaat masing-ma­sing, Keluarga Abdullah Elly, Ke­luarga Tamrin Anjarang, Keluarga Samaun Ely, Keluarga Rusly Achir dan Keluarga Rahmat Soulisa.

Gubernur menjelaskan, untuk tahun anggaran 2025, Kecamatan Leihitu mendapatkan kuota seba­nyak 15 unit rumah yang tersebar di tiga desa, masing-masing Desa Hila 5 unit, Desa Kaitetu 3 unit dan Desa Seit 7 unit.

“Kita tentu bersyukur dapat menyerahkan bantuan rumah yang dilakukan pemprov di tahun anggaran 2025. Sebagai gubernur, saya ingin bilang ini yang bisa pemprov lakukan, karena itu bersyukur saja semoga yang telah mendapatkan rumah layak huni dapat menjadikan rumah ini seba­gai tempat membina keluarga,” ucap gubernur.

Dijelaskan, pada tahun 2025 Provinsi Maluku mendapatkan program Bantuan Stimulan Peru­mahan Swadaya atau BSPS seba­nyak 81 unit dengan besar dana masing-masing unit Rp20 juta dengan rincian 17.5 juta untuk bahan bangunan dan 2.5 juga untuk jasa tukang.

Disamping program BSPS, Pemprov Maluku juga membuat program Manggurebe Biking Bae Rumah dengan menyasar 204 keluarga yang selama ini tinggal pada rumah tidak layak huni dan semuanya telah selesai dibangun.

“Kita bersyukur walaupun kondisi keuangan daerah kita terbatas, tapi kita tetap berupaya untuk perlahan-lahan membantu masyarakat khususnya yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni,” tutur gubernur.

Menurutnya, sebagai gubernur dirinya ingin sekali menangani begitu banyak rumah, namun sayangnya anggaran yang dimiliki pemerintah provinsi cukup minim akibat kebijakan efisiensi angga­ran yang berdampak pada APBD.

Namun ia memastikan, akan terus berupaya dan berusaha, agar dengan keterbatasan anggaran yang dihadapi, pemprov tetap melakukan penanganan terhadap rumah tidak layak huni, sehingga masyarakat dapat hidup dengan tenang dan nyaman. “Kita doakan semoga kedepan­nya akan ada lebih banyak rumah yang akan kita tangani,” ucap gubernur.

Pj Kepala Pemerintah Negeri Hila, Kasim Elly mengaku, program yang dicetus gubernur ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Pak gubernur kita berharap kedepannya program program ini tetap berjalan dan ada begitu banyak masyarakat di Desa Hila yang akan mendapatkan manfaat dari program ini,” ucap Kasim. (S-20)

BERITA TERKAIT