AMBON, Siwalimanews – Setelah memeriksa Ketua dan salah satu Wakil Ketua DPRD Buru Selatan, kini giliran penyidik KPK menggarap satu lagi Wakil Ketua, Sekwan dan 8 anggota DPRD.
Mereka yang diperiksa yaitu, La Hamidi, Wakil Ketua DPRD Buru Selatan dan Sekretaris DPRD Hadi Longa.
Lembaga anti rasuah juga meÂmeriksa delapan orang anggota DPRD Buru Selatan yaitu dua AngÂgota Fraksi PDIP yaitu Orpa Seleky dan Ahmad Umasangadji, serta dua anggota Fraksi Demokrat yaitu Ismail Loilatu dan Herlin F Seleky.
Berikutnya, Ahmadan Loilatu dari Fraksi PAN, Mokesen Solisa angÂgota Fraksi Gerindra, Vence Titawael asal Fraksi Golkar dan Abdul Gani Rahawarin dari Fraksi Nasdem.
Selain anggota DPRD Buru SeÂlatan, tim penyidik KPK juga meÂmeriksa satu anggota TNI yaitu KopÂtu Husin Mamang, Babinsa Desa Mageswaen, Kecamatan Leksula.
Pemeriksaan terhadap para pejaÂbat di lembaga legislatif berlangÂsung Kamis (17/3) di Markas KoÂmando Satuan Brimob Polda MaÂluku, Jalan Jenderal Sudirman, TanÂtui, Kota Ambon.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri menjelaskan, pemeriksaan terhadap para wakil rakyat di DPRD Buru Selatan ini sebagai saksi, dalam dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proÂyek pembangunan jalan dalam Kota Namrole untuk tersangka Tagop Sudarsono Soulissa.
âHari ini (18/3) pemeriksaan saksi  TPK terkait proyek pembangunann jalan dalam Kota Namrole tahun 2015 di Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan untuk tersangka TSS,â ujar jubir melalui pesan Whatsapp, Sabtu (19/3).
Jubir menjelaskan, tim penyidik masih intens melakukan pemerikÂsaan saksi-saksi untuk tiga terÂsangka Tagop Sudarsono Soulissa, Johny Rynhard Kasman dan Direktur PT Vidi Citra Kencana Ivana Kwelju.
Pimpinan DPRD Diperiksa
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah memeriksa Wakil Bupati dan Sekda Buru Selatan, kini giliran tim KPK menggarap pimpinan dan angÂgota DPRD Buru Selatan.
Mereka yang diperiksa yaitu, Muhajir Bahta, Ketua DPRD Bursel, Jamatia Boy, wakil ketua dan angÂgota DPRD, Bernadus Wamese.
Pemeriksaan terhadap tiga pejabat di lembaga legislatif berlangsung Kamis (17/3), di Markas Komando Satuan Brimob Polda Maluku, Jalan Jenderal Sudirman, Tantui, Kota Ambon.
Selain itu, lembaga anti rasuah juga dijadwalkan memeriksa enam orang aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yaitu, Daniel Saleky, Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja Lelang Umum.
Berikutnya, Samsul Bahri SamÂpulawa, Mantan Bendahara Setda Kabupaten Buru Selatan dan Ismid Thio Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Buru Selatan.
Selanjutnya, Japar Kasubag PeÂrencana dan Keuangan pada InspekÂtorat Kabupaten Buru Selatan dan Thomas Marulessy, PPK pada Dinas Kesehatan Buru Selatan tahun 2012Â hingga 2014 dan Semuel R Teslatu yang juga salah satu PNS di Pemkab Buru Selatan.
Juru Bicara KPK, Ali Fikri menÂjelaskan, pemeriksaan terhadap anggota DPRD Buru Selatan dan ASN sebagai saksi dalam kasus duÂgaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan dalam Kota Namrole untuk tersangka Tagop Sudarsono Soulissa.
âHari ini (17/3) pemeriksaan saksi TPK terkait proyek pembangunan jalan dalam Kota Namrole tahun 2015 di Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, untuk tersangka TSS,â jelas Fikri dalam pesan whats-aap kepada Siwalima, Kamis (17/3).
Wakil & Sekda
Setelah mencerca sejumlah saksi, kembali tim penyidik KPK memeriksa dua pejabat utama di Buru Selatan.
Adalah Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliezer Selsilly dan Sekda, Iskandar Walla diperiksa penyidik KPK, terkait gratifikasi dan TPPU yang disangkakan kepada Tagop Sudarsono Soulissa.
Pemeriksaan terhadap dua pejabat penting di Bursel ini berlangsung, Kamis (10/3) di Mako Brimobda Polda Maluku, Jalan Jenderal SudirÂman, Tantui, Kota Ambon.
Selain itu, lembaga anti rasuah ini juga dijadwalkan memeriksa tiga orang aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yaitu, Ajid Kunio, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU Kabupaten Buru Selatan tahun 2008 sampai 2012.
Berikutnya, Gamar The, BendaÂhara Badan pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru Selatan, Rajab Letetuny, angÂgota panitia Pengadaan atau KelomÂpok Kerja (Pokja) pada Dinas PekerÂjaan Umum dan Penataan Ruang KaÂbupaten Buru Selatan Tahun 2012.
Selanjutnya, KPK juga memeriksa, Asia Amelia Sahubawa,      Pegawai Negeri Sipil pada Unit Kerja PeÂngadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Maluku.
Kemudian lembaga anti rasuah ini juga memeriksa enam orang konÂtraktor yang diduga menanggani sejumlah proyek jalan di dalam Kota Namrole, saat kepemimpinan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop SudarÂsono Soulissa.
Enam kontraktor yaitu, Habib Abdullah Alkatiri, Abdul Ajiz HuÂsein, Myradiana A Basir, pemÂbantu rumah tangga Tagop SudarÂsono Soulisa sekaligus kontraktor, Elsye Rinna Lattu, Direktur Utama PT Mutu Utama Konstruksi, Mahdi Bazargan, Direktur PT Bupolo KonsÂtruksi Grup dan Sandra Loppies Direktur PT Vidi Citra Kencana dari tahun 2010 sampai dengan sekarang.
Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam rilisnya kepada Siwalima, Kamis (10/3) mengungkapkan, pemeriksaan terhadap 12 saksi ini terkait dengan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Jalan dalam Kota Namrole Tahun 2015 di PemerinÂtahan Kabupaten Buru Selatan untuk tersangka TSS.
âHari ini (10/3) pemeriksaan saksi TPK terkait proyek Pembangunan Jalan Dalam Kota Namrole Tahun 2015 di Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, untuk tersangka TSS, Pemeriksaan dilakukan di Kantor Mako Sat Brimobda Polda Maluku, Jl. Jenderal Sudirman, Tantui,â ujarnya sembari mengungkapkan, pihaknya masih intens memeriksa saksi-saksi.
Untuk diketahui, KPK dalam kasus ini telah menetapan tiga terÂsangka dan menahan mereka yaitu, Tagop Sudarsono Soulisa, Johny Rynhard Kasman pada 26 Januari 2022 dan Direktur PT Vidi Citra Kencana Ivana Kwelju, Rabu, 2 Maret 2022.
TSS dan JRK ditahan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji, gratifikasi dan TPPU, terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan sejak tahun 2011-2016. Sedangkan IK, diduga sebagai penyuap mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa. (S-05)