SIWALIMA.id > Berita
Pemprov Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Nataru
Daerah , Headline | Rabu, 3 Desember 2025 pukul 15:08 WIT

AMBON, Siwalima.id - Plh Sekda Maluku, Kas­rul Selang me­mas­tikan stok ba­han pokok menje­lang natal dan tahun baru tahun 2026 aman, sehingga mas­yarakat tidak perlu khawatir. 

Menurut juru bicara Pemprov Maluku ini, ber­dasarkan data yang dimi­liki pemprov Maluku, dapat dipastikan stok bahan pokok cukup selama perayaan Natal dan Tahun Baru nantinya.

Walaupun data yang ada dikata­kan aman lanjut Kasrul, namun pihaknya terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap kondisi pasar, baik itu di pasar tradisional maupun modern, untuk memasti­kan stok bahan pokok ter­sedia dan mudah dijang­kau.

“Stok pangan kita jelang Nataru aman, bahkan hi­ngga 3 bulan kedepan de­ngan pasokan dari vendor setiap 3-7 hari, sedangkan ketersediaan komoditas strategis holtikultura juga aman,” ucap Kasrul kepada wartawan di Kantor Gu­bernur, Selasa (2/12)

Kasrul mencontohkan, komoditas hortikultura seperti bawang merah masih tersedia kurang lebih 335,84 ton, cabai rawit 3.407,96 ton, cabai keriting 1.297,9 ton, stok ikan juga masuk kategori aman sebanyak 457.984,16 ton dan stok perternakan juga masuk kategori aman.

Disamping itu, pemerintah provinsi juga akan melakukan program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan sebanyak 32 kegiatan regular dan 22 kegiatan mobile guna menekan kenaikan harga pangan di lapangan.

“Pemerintah provinsi juga terus mendorong pemerintah kabupaten/kota agar fokus utama pada indi­kator strategis yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelan­caran distribusi dan komunikasi yang efektif (4K),” ungkap Kasrul.

Empat indikator tersebut menurut Kasrul, harus diperhatikan setiap kabupaten/kota menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sebab jika strategi 4K diterapkan secara konsisten, maka dipastikan tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat, termasuk memperkuat kerjasama antar daerah terkait komoditas pangan strategis.

“Kita sudah berkoordinasi agar jika satu daerah mengalami defisit pangan, maka  daerah lain yang mengalami surplus harus membantu, sehingga kelangkaan bisa dianti­sipasi dan harga tetap stabil,” beber Kasrul.

Selain itu kata Kasrul, penguatan rantai pasok juga menjadi faktor kunci, dimana daerah pemasok pangan wajib memastikan produksi berjalan baik, sedangkan peme­rintah, harus memastikan distributor ke wilayah yang sulit dijangkau berjalan normal.

Kendala distribusi pangan ter­besar yang dihadapi Maluku yaitu, sangat tergantung pada transportasi laut, apalagi tol laut belum men­jangkau semua daerah, akibatnya harga barang bisa melonjak ketika sampai di masyarakat.

Kondisi ini berpengaruh pada efektivitas komoditas antar pulau yang kadang ada daerah yang surplus pangan, tetapi tidak dijangkau, sementara daerah yang dijangkau justru tidak siap produksi, artinya kapal bisa sampai di pelabuhan tanpa muatan balik akan menimbulkan kerugian bagi operator kapal tersebut.

“Pemprov mendorong kabupaten/kota untuk memperkuat perencanaan produksi pangan dan meningkatkan kapasitas daerah agar dapat mengoptimalkan program tol laut, sehingga rantai pasok tidak terganggu dan kita juga minta masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan informasi hoaks seolah-olah akan terjadi kelangkaan bahan pokok,” tandas Kasrul. (S-20)

BERITA TERKAIT